Saturday, 24 February, 2018 - 12:55

Delapan Lembaga Penyiaran di Palu Terima IPP Prinsip dan Tetap

Palu, MetroSulteng.com – Delapan lembaga penyiaran di Kota Palu, Sulawesi Tengah, menerima Izin Penyelanggaraan Penyiaran (IPP) yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemeninfo), Senin (17/02) pagi. Dari delapan penyerahan IPP, empat diantaranya adalah lembaga penyiaran swasta jasa radio, sedang empat lainnya adalah lembaga penyiaran jasa televisi.

ijti
 
        Penyerahan IPP kepada lembaga penyiaran swasta ini, dilakukan di Kantor KPID Sulawesi Tengah, di jalan Radio, Palu Selatan. Selain dihadiri Komisioner KPID, prosesi penyerahan IPP juga dihadiri seluruh lembaga penyiaran yang menerima IPP.
 
        Ketua KPID Sulteng, Drs H.A. Maddukelleng, M.Si, dalam sambutannya, menekankan agar lembaga penyiaran yang mendapatkan IPP tetap maupun prinsip, harus benar-benar mematuhi Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran. Dengan mematuhi undang-undang tersebut, setidaknya lembaga penyiaran tidak keluar dari koridor dalam menjalankan aktifitasnya memberikan pencerahan maupun pendidikan kepada masyarakat.
 
        ‘’Lembaga penyiaran benar-benar mematuhi Undang-Undang nomor 32 tahun 2022. Ini penting karena di dalam undang-undang tersebut, mengatur seluruh aktifitas yang berkaitan dengan penyiaran,’’ tegas Maddukelleng.
 
        Delapan lembaga penyiaran yang menerima IPP prinsip dan tetap itu, antara lain, di bidang jasa radio yakni, PT Radio Nebula Nada (Nebula FM), PT. Radio Berlian Selaras Tiara (Best FM), PT. Radio Suara Nugraha Perdana (Nugraha FM). Sedang Lembaga penyiaran komunitas jasa radio, yakni Radio Untad, menerima IPP Prinsip perpanjangan.
 
        Sementara Lembaga penyiaran swasta jasa televisi, masing-masing menerima IPP tetap, yakni PT RCTI Tigabelas (RCTI), PT. TPI Delapan (TPI), PT. Surya Citra Kreasitama (SCTV) dan PT. Media Televisi Palu (Metro TV). (*)
Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.