Thursday, 23 November, 2017 - 08:17

Enam LP TV dan Radio Klarifikasi Isi Siaran

* Retno: Kedepan Lembaga Penyiaran Harus Kurangi Pelanggaran

KLARIFIKASI PELANGGARAN – Sejumlah lembaga penyiaran di Kota Palu, klarifikasi isi siaran di hadapan Komisioner KPID Suteng, di Kantor KPID Sulteng, Senin (24/02) pagi. (foto: dok kpid sulteng) KLARIFIKASI PELANGGARAN – Sejumlah lembaga penyiaran di Kota Palu, klarifikasi isi siaran di hadapan Komisioner KPID Suteng, di Kantor KPID Sulteng, Senin (24/02) pagi. (foto: dok kpid sulteng)

 

Palu, MetroSulteng.Com – Bertempat di ruang kerja Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah, lima dari enam lembaga penyiaran di Kota Palu, memenuhi undangan Bidang Isi Siaran/Pengawasan, Senin (24/02) pagi. Keenam lembaga penyiaran (LP) yakni, TVRI Sulteng, Nuansa TV,  Radio Nebula FM, SKIP FM dan SMS FM, sedang Radar TV belum hadir.Pemanggilan sejumlah lembaga penyiaran oleh bidang Isi Siaran/Pengawasan, dalam rangka klarifikasi indikasi pelanggaran isi siaran yang dilakukan lembaga penyiaran di Kota Palu. Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita, dipimpin langsung Ketua KPID Sulteng, Drs H.A. Maddukelleng, M.Si. Koordinator Bidang Isi Siaran/Pengawasan, Retno Ayuningtyas, mengatakan, dari aduan masyarakat serta pemantauan yang dilakukan KPID Sulteng, menemukan indikasi pelanggaran Pedoman Prilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS). ‘’Dari analisis hasil pemantauan, ditemukan beberapa indikasi pelanggaran yang dilakukan lembaga penyiaran,’’ katanya sembari menyebutkan poin-poin indikasi yang dilanggar. Dari hasil pemantauan, kata Retno Ayungtyas, hampir sebagian besar lembaga penyiaran belum mencantumkan penggolongan program siaran. Selain itu, tanyangan maupun siaran radio khususnya menyangkut periklanan, kekerasan serta penayangan berbau seksualitas. ‘’Kami mengingkatkan kembali kepada teman-teman di lembaga penyiaran,  secara cermat menanyangkan progrm siarannya agar tidak melanggar ketentuan yang sudah diatur dalam P3SPS.’’ Harap Retno yang dibenarkan anggota bidang Isi Siaran, Bahtar. Tanggapan perwakilan lembaga penyiaran yang diundang, sangat respon dan memberikan apresiasi kepada KPID Sulteng. Dengan adanya pemantauan yang dilakukan KPID, setidaknya membantu lembaga penyiaran dalam memproduksi program siaran tidak bertentangan dengan ketentuan di dalam P3SPS. ‘’Sebaiknya pertemuan semacam ini, dilakukan secara rutin dan waktunya jangan terlalu lama. Sebab, kami dapat mengetahui hasil kerja kami apakah sudah benar atau melanggar aturan,’’ pinta Kepala Siaran LPP TVR Sulteng.  

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.