Friday, 20 January, 2017 - 05:40

Ekonomi dan Selingkuh Picu Naiknya Gugatan Cerai

ILUSTRASI - Sidang perceraian. (Grafis : hukumonline.com)

Palu, Metrosulawesi.com – Angka perceraian dari tahun ke tahun di Kota Palu ternyata terus mengalami peningkatan. Khusus Januari saja sudah tercatat 91 perkara perceraian yang diadukan ke pengadilan agama.

Perwakilan Humas Pengadilan Agama (PA) Palu Klas I.A Harsono Ali Ibrahim mengatakan, data yang diperoleh, total jumlah aduan ke PA Palu sepanjang bulan Januari 2014 sebanyak 91 perkara, terdiri dari 63 perkara cerai gugat, 22 perkara cerai talak, 2 perkara kewarisan, 1 perkara perwalian dan 3 perkara P3HP. Sedangkan tingkat perceraian sejak lima tahun terakhir (2009-2013) mengalami peningkatan yang tidak terlalu signifikan.

Dalam kasus perceraian, para istri merupakan pihak yang paling banyak melakukan gugatan dibanding para suami. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah perkara cerai gugat ketimbang perkara cerai talak. Adapun jumlah perkara cerai baik cerai gugat maupun talak yang telah diputus oleh PA adalah 45 perkara.

“Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya gugatan cerai, diantaranya adalah krisis akhlak/moral, cemburu, ekonomi, tidak ada tanggungjawab, kekejaman jasmani dan gangguan dari pihak ketiga dalam hal ini pihak mertua ataupun orangtua,” kata Harsono.

Menurut Harsono, faktor yang paling memicu terjadinya gugatan adalah tidak adanya keharmonisan disebabkan krisis moral. PA sebenarnya telah melakukan upaya mediasi untuk mendamaikan kedua belah pihak yang bersengketa. Upaya tersebut dilakukan selama 40 hari dan jika diperlukan ditambah 15 hari.

“Namun yang susah itu jika kedua belah pihak ngotot untuk bercerai,” ujar Harsono.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan