Saturday, 21 October, 2017 - 21:53

Penertiban PKL oleh Satpol PP Diwarnai Pemukulan

PKLPalu, MetroSulteng.Com – Razia Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan Satpol PP mendapatkan perlawanan. Saat melakukan Razia di jalan Emy Saelan Tatura pada Rabu (26/2) malam, salah satu pedagang mendapat pukulan petugas. Satpol PP menyingkirkan secara paksa buah durian menjauh dari bahu jalan. Beberapa kali petugas harus melerai dan menahan sesama Satpol PP yang tampak emosi dengan pedagang yang protes. Bahkan, Damar salah seorang penjual mengaku dipukul oleh salah satu petugas. “Seorang petugas mengambil durian, saya keberatan, tiba-tiba saya langsung dipukul,” tutur Damar sambil memperlihatkan bengkak diwajah. Kabid Penegakkan Perda Pol. PP Kota Palu, Trisno YDP, SH, MH menjelaskan pada Metro Sulteng ditempat kejadian, pihaknya telah melakukan sosialisasi berkali-kali agar pedagang tidak berjualan dilokasi yang mengakibatkan lingkungan menjadi kotor dari sampah kulit buah, menggunakan trotoar dan memenuhi bahu jalan sehingga terjadi kemacetan. “Setelah berkali-kali peringatan kami berikan, malam ini kami hanya mengambil lampu penerang mereka saja sebagai sangsi,” kata Trisno. Tetapi, Laman, salah seorang penjual buah durian membantah ada larangan berjualan dilokasi ini. “Memang kami telah diberi banyak peringatan, tetapi hanya himbauan agar mundur dari bahu jalan supaya tidak menggangu lalu lintas. Bukan peringatan larangan berjualan disini,” kata Laman. Aris, seorang warga sekitar menyanyangkan kejadian ini dengan alasan para pedagang tersebut juga perlu usaha untuk menafkahi keluarganya. “Pemerintah kota harus memberikan solusi bukan hanya penindakan,” jelas Aris. Satpol PP mengerahkan sejumlah besar anggota yang diangkut menggunakan satu truk dan sebuah pickup patroli. Akibatnya lalu lintas Emy Saelan macet hingga 500 meter. Setelah Satpol PP meninggalkan tempat, pedagang buah ini kembali menggelar dan menyusun dagangannya. 

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.