Monday, 23 July, 2018 - 23:50

Aneka Manfaat Kayu Dari Jazirah Arab

kokkaPalu, MetroSulteng.com – Pohon Kokka adalah jenis kayu bahan baku pembuatan bahtera Nabi Nuh AS dan tongkat Nabi Musa AS dari jazirah Arab. Kayu jenis ini juga diyakini dapat digunakan sebagai penawar dan pelindung dari berbagai penyakit, Selasa (4/3). Selain itu, tongkat Nabi Sulaiman AS yang memiliki mu’jizat bisa memerintah jin juga disebut terbuat dari pohon Kokka. Selain itu, baginda Rasullulah SAW juga menggunakan pohon Kokka sebagai tasbih. Karena mutu dan kualitas Kokka paling tinggi dibandingkan dengan jenis kayu lainnya yang ada di muka bumi. Tinggi pohon Kokka mencapai puluhan meter dan saat ini sudah sangat langka. Buah Kokka tidak akan jatuh sebelum mencapai usia 40 tahun. Kayu atau buah Kokka memiliki aroma sangat khas dan selalu berminyak, keras dan mengkilat seperti batu. Kayu atau buah yang asli akan tenggelam ke dalam air, walaupun sudah kering sekalipun berukuran kecil. Pada pameran hasil hutan, yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BKP3K) Sulawesi Tengah, selama tiga hari 4-6 Maret di lokasi bukit Jabal Nur, Kecamatan Mantikulore, pengrajin asal Kota Banjarmasin – Kalimantan Selatan membuat aneka kerajinan tangan berbahan dasar kayu Kokka, seperti tasbih, tongkat, kalung, gelang, cincin dan anting-anting, yang rata-rata dijual seharga Rp125 ribu per buah. “Karena stand penjualannya gratis, maka kami beri discon sebesar 20 persen,” kata Alim, penjaga stand Pemkot Banjarmasin tersebut. Aneka kerajinan tangan berbahan kayu Kokka dengan aneka warna mulai merah mengkilat, coklat kekuningan dan hitam, yang berasal dari Turki, Mesir dan Iran tersebut, juga dibuat dengan aneka ukuran, untuk dewasa maupun anak-anak. Kayu Kokka juga diyakini memiliki khasiat mencegah ganguan Jin bagi wanita hamil dan haid, menyembuhkan sakit gigi, serta mengobati bekas gigitan binatan beracun. “Pastinya segalanya dikembalikan kepada Tuhan, benda hanyalah perantara dari selesainya persoalan yang dihadapi manusia,” imbuh Alim. Laporan : Rizky Rinaldi
Tags: