Friday, 20 April, 2018 - 03:38

Peserta UN Akui Ditawari Kunci Jawaban Jutaan Rupiah

Peserta UN bersantai di kantin sekolah usai mengerjakan soal ujian. Foto : Rhya Peserta UN bersantai di kantin sekolah usai mengerjakan soal ujian. Foto : Rhya

Palu Metrosulteng.com - Isu beredarnya kunci jawaban ternyata bukan isapan jempol. Termasuk peserta Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 2 Palu, mengaku pernah ditawari lembar jawaban melalui pesan singkat dengan tawaran harga jutaan rupiah untuk tiap mata pelajaran yang diujikan. Namun, mereka menganggap semua itu adalah tipuan dan mendorong adanya penurunan kualitas para pelajar. Beberapa Pelajar SMA Negeri 2 Palu mengatakan, mereka mengerjakan soal UN tanpa memerdulikan Kunci jawaban. Mereka menjelaskan bahwa jauh hari sebelum UN dimulai, ada beberapa oknum yang menawarkan kunci jawaban. "Kami tidak perduli, karena bisa saja itu tindak penipuan. Kalaupun benar, maka percuma dong kami belajar toh tidak ada juga kwalitasnya," kata Andi Rinaldy. Andi dan teman-temannya mengaku pernah ditawari kunci jawaban dari orang yang tidak dikenalinya. Awalnya ia dihubungi via sms, hal itu membuatnya gelisah. Berbagai macam pertanyaan membayangi pikirinnya, seakan meragukan informasi tersebut. Saat itu diapun mencoba menghubungi orang tersebut, dan ternyata kunci jawaban yang sudah disiapkan itu harus dibayar hingga jutaan rupiah. Namun dia dan teman-temannya langsung menolak.  Kata Rinaldy, ia sama sekali tak mengenali orang itu, tiba-tiba datang bagai malaikat tetapi tidak jelas asal usulnya dan diragukan pula kebenarannya. Itulah yang membuatnya mengabaikan tawaran kunci jawaban tersebut. "Lagipula kita harus tetap percaya diri," kata Rinaldy. Menurut Andi, soal UN yang sudah ia kerjakan dua hari ini tidak begitu sulit. Sebelum hari ha UN, kami mengadakan kerja kelompok, dan menyelesaikan beberapa contoh soal bersama-sama. Oleh sebab itu kami tetap percaya diri dan mengerjakan soal dengan baik. Namun, adapula beberapa diantara temannya yang melakukan aksi lucu. Seperti mengundi jawaban seperti saat arisan. Rinaldy menambahkan bahwa aksi tersebut dilakukan karena tidak semua soal itu mudah. "Yah, yang sulit itu hanya beberapa saja, mungkin mereka bosan akhirnya pake cara pilih-pilih sesuai insting," katanya. Mereka berharap, Ujian Nasional ini segera berlalu dan nantinya memperoleh hasil yang baik. Mereka juga menghimbau untuk seluruh peserta UN lainnya agar tidak begitu percaya dengan adanya edaran kunci jawaban, yang nantinya malah akan menyesatkan. Laporan : Rhya Editor : Pataruddin
Tags: