Sunday, 17 December, 2017 - 16:18

Paskah, Dari Pawai Obor Sampai Telur Paskah

Pawai Obor di Beteleme. (foto:Refi) Pawai Obor di Beteleme. (foto:Refi)

Beteleme, MetroSulteng.Com- Paskah di Beteleme ibukota Kecamatan Lembo, Morowali Utara diwarnai kecemasan anak-anak yang sejak jauh-jauh hari telah menyiapkan diri menyambut perayaan tersebut. Pasalnya, hujan yang turun sejak Sabtu (19/4) malam hingga Minggu (20/4) dinihari pukul 04.30 Witeng dipastikan bakal membuat perayaan terancam gagal. Beruntung cuaca mulai bersahabat setelah pukul 04.30 witeng. Obor-obor yang telah disiapkan segera dikeluarkan dan diisi minyak tanah. Anak-anak sekolah minggupun bergegas bersiap melakukan pawai obor. Pukul 05.00 witeng, orang tua di seputaran kota Beteleme mengantarkan anak-anaknya berkumpul dihalaman SMP Kristen GKST. Ratusan anak dari Sekolah Minggu Gloria Beteleme dengan semangat menyalakan obor mereka dan bersiap melakukan pawai obor keliling kota Beteleme. "Pawai obor ini sebagai simbol sukacita menyambut kebangkitan Yesus Kristus setelah mengalami proses penyaliban pada Jumat Agung dan dikuburkan lalu menang atas dosa dengan kebangkitannya pada hari Minggu," kata salah satu pendamping anak.
Rombongan Pawai Obor dengan latar belakang Gunung Ponteo'A. (foto:Refi) Rombongan Pawai Obor dengan latar belakang Gunung Ponteo'A. (foto:Refi)

Iring-iringan ratusan anak yang melakukan pawai obor kemudian berjalan melintas sejumlah tempat di Kota Beteleme diiringi para orang tua yang juga ikut berjalan dan sebagian lagi mengawal dengan kendaraan bermotor. Cahaya obor memberi suasana tersendiri saat mentari belum lagi muncul. Pawai obor ini berhenti di tempat berkumpul semula, SMP Kristen Beteleme.
Telur Paskah yang disembunyikan berhasil ditemukan. (foto:Refi) Telur Paskah yang disembunyikan berhasil ditemukan. (foto:Refi)

Usai pawai obor belum berarti perayaan Paskah tahun ini berakhir, karena masih ada tradisi mencari telur Paskah. Anak-anakpun dibagi ke dalam 3 kelompok sesuai umurnya. "Ayo berkumpul perkelompok. Yang besar-besar ke sebelah kanan, yang sedang di tengah dan yang kecil-kecil di kiri. Setiap kelompok mencari 4 telur yang sudah disembunyikan ibu guru," kata Guru Sekolah Minggu Gloria. Pagi itupun pecah oleh upaya menemukan telur Paskah, bahkan orang tua ikut-ikutan membantu anak-anaknya. Hanya dalam hitungan menit, sebuah telu berhasil ditemukan, dan kurang lebih 15 menit kemudian semua telur berhasil ditemukan. "Anak-anak, telur Paskah ini jumlahnya 12 buah sebagai simbol dari 12 murid Tuhan Yesus," jelas ibu guru. Mereka yang berhasil menemukan telur Paskah mendapat bingkisan Paskah. "Tradisi pawai obor di Beteleme ini sudah ada sebelum anak saya lahir. Sekarang saja anak saya sudah masuk kuliah, jadi kira-kira sudah 20 tahun ini kami lakukan di Beteleme. Kalau telur Paskah lebe lama lagi," kata Apta Christo yang mendapingi anaknya Minggu (20/4) pagi kepada Metro Sulteng.
Ibadah Paskah bentuk ibadah padang. (foto: Refi) Ibadah Paskah bentuk ibadah padang. (foto: Refi)

Usai pencarian telur Paskah, tikarpun digelar; saatnya dilakukan ibadah Paskah dalam bentuk kebaktian di tempat terbuka atau juga dikenal dengan ibadaha padang. Cerita tentang kemenangan Yesus Kristus dengan kebangkitannya pada hari ketiga setelah kematian menjadi tema ibadah padang. Beteleme sendiri adalah kota yang terletak kurang lebih 300-an kilometer dari Palu sebagai ibukota propinsi Sulawesi Tengah. Banyak yang meyakini jika nama Beteleme adalah Bethlehem versi bahasa daerah setempat. Laporan : Refi
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.