Tuesday, 26 September, 2017 - 17:21

Warga Lere Sesali Aksi Pemukulan Polisi

Korban Pemukulan polisi di Kampung Lere Korban Pemukulan polisi di Kampung Lere

Palu, MetroSulteng.com - Sejumlah warga Kelurahan Lere menyesalkan tindakan polisi yang dianggap terlalu berlebihan. Beberapa warga Kelurahan Lere terluka dan babak belur dihajar aparat saat pembubaran massa dalam bentrokan di Kampung Lere dan Baru Minggu (27/4) pagi. Dua warga jalan Cumi-Cumi bernama Sukarni dan Suratna, menjadi korban pemukulan polisi. Menurut Suratna, dirinya dipukuli polisi saat sedang menyelamatkan kawannya yang juga dipukuli polisi. Padahal, menurut Suratna, dia dan kawannya serta warga lain, sama sekali tidak terlibat aksi bentrokan. "Saya ini abis sakit. Saya dengar tembakan torang langsung keluar rumah. Saya liat teman saya dipukuli polisi dan diseret di aspal. Saya langsung bilang sama polisi kalau teman saya itu tidak bersalah, Ehh.. saya ikut dipukuli,'' kata Suratna. Suratna sendiri menderita luka lebam di sekujur tubuh, serta kepala terluka akibat pukulan benda tumpul. Sementara Sukarni menderita luka di leher, di kepala serta di lengan kanan. Sejumlah warga Jl. Cumi-Cumi berencana melaporkan aksi brutal polisi ini ke Propam Polda Sulteng. Sementara Kapolres Palu AKBP Trisno Rahmadi membenarkan adanya sejumlah warga yang terluka. Namun menurut Trisno, warga tersebut terluka akibat aksi penyerangan warga lain. Laporan : Abdy Mari
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.