Monday, 18 December, 2017 - 17:01

Ratusan Warga Karawana Minta Polisi Bebaskan Korban Salah Tangkap

IMG_2672 Foto : Mawan

Palu, MetroSulteng.com – Ratusan warga Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan Sulawesi Tengah, mendatangi markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Tengah, Jalan Samratulangi, untuk menuntut pembebasan delapan warga yang diduga jadi korban salah tangkap polisi, Senin (9/6/2014). Massa aksi tersebut menuntut pembebasan dan keberadaan sejumlah warga yang diduga sebagai pelaku pembakaran kendaraan polisi di Desa Karawana  beberapa waktu lalu. “Kami pihak keluarga ingin masyarakat kami, bahkan delapan anak-anak kami dikeluarkan, dan mengusut dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum polisi,” kata Koordinator Aksi, Dedi Irawan dalam orasinya. Dedi juga mengungkapkan, berdasarkan data Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) pada Juli 2012 hingga 2013, dari 100 kasus kekesaran yang diduga dilakukan aparat hukum, 55 persen dilakukan oknum polisi, 10 persen dilakukan TNI dan 35 kasus dilakukan sipir penjara. Pada aksi ini, massa juga membawa tuntuan lainnya, yakni penghentikan kekerasan dan perlakuan semena-mena terhadap masyarakat. Penegakan hukum dan undang-undang HAM. Membebaskan warga korban salah tangkap. Memproses secara hukum oknum polisi pelaku kekerasan. mengembalikan nama baik korban dan memberi ganti rugi atas perlakuan polisi yang tidak bertanggung jawab. Laporan : Mawan Editor : Joko
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.