Sunday, 22 October, 2017 - 17:58

Tanggapi Tuntutan Warga, Polda Minta Kerjasama dari Masyarakat

IMG_2655 Kompol Rostin Tumaloto berdialog dengan massa.
Foto : Mawan

Palu, MetroSulteng.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah minta masyarakat untuk membantu pengusutan dugaan salah tangkap delapan warga Desa Karawana Kecamatan Dolo, yang diduga terlibat dalam pembakaran kendaraan milik polisi. Demikian dikatakan pejabat Humas Polda Sulteng, Rostin Tumaloto dalam diskusi dengan perwakilan massa aksi unjuk rasa, Senin (9/6/2014). Pada diskusi antara perwakilan warga dan pihak kepolisian yang diterima pejabat Humas Polda Sulteng, Kompol Rostin Tumaloto, koordinator aksi mengatakan, peristiwa terjadi berawal dari ketiga beberapa polisi melintas di Desa Karawana mengendarai sepeda motor. Namun, tiba-tiba salah satu oknum polisi melepaskan tembakan di tempat pesta pernikahan warga setempat. Karena tersinggung, sejumlah warga melakukan perlawanan hingga berbuntut pembakaran kendaraan milik polisi tersebut. “Acaranya jam dua siang, melihat ada polisi datang sejumlah warga membuka jalan, tapi polisi itu berhenti dan memarkir kendaraannya, tidak tahu kenapa, tiba-tiba oknum polisi melepaskan tembakan, karena tidak senang dengan sikap polisi tersebut maka masyarakat memberi perlawanan,” ungkap Dedi. Dedi juga mengatakan, bahwa sejumlah media memberitakan peristiwa dengan cenderung menyalahkan warga. Menurutnya, dalam kasus ini media menulis bahwa saat peristiwa terjadi, berdasarkan pernyataan Kapolres Sigi, anggota polisi tengah berjaga diantara Desa Kabobona dan Kotarindau. “Persoalannya , kenapa mereka berada di Desa Karawana,  yang jaraknya sekitar tujuh kilometer dari lokasi bentrok antara warga Desa Kabonona dan Kotarindau itu,” kata Dedi. Sementara itu, Kompol Rostin Tumaloto mengatakan, dalam kasus ini Polda Sulteng telah memeriksa 19 anggotanya, namun belum disampaikan kepada publik. Laporan : Mawan Editor : Joko
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.