Thursday, 27 April, 2017 - 00:04

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

1000 Sertifikat Tanah Talise Dibagikan ke Warga

Muh Rum. (Foto : Dok MS)

Palu, Metrosulawesi.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu akan membagikan 1000 sertifikat tanah kepada warga Talise, Kecamatan Mantikulore, Palu. Tanah bekas hak guna bangunan (HGB) itu berada di sekitar Mapolda Polda Sulteng Jalan Soekarno-Hatta.

Anggota DPRD Palu Muh Rum mengungkapkan, permasalahan lahan di Kelurahan Talise seluas 400 hektar yang dituntut masyarakat untuk dibagi sudah selesai dibahas bersama Wali Kota Palu.

Muh Rum yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Abadi itu menegaskan, lahan tersebut siap dibagikan kepada masyarakat Talise.  Adapun jumlah sertifikat yakni 1000 disesuaikan dengan jumlah masyarakat yang telah diverifikasi sebelumnya.

Diketahui, tanah tesebut sebelumnya dikuasai oleh sebuah perusahaan dengan dasar HGB. Namun, oleh Pemkot Palu tidak ada lagi perpanjangan HGB. Pemkot bahkan telah menghibahkan tanah kepada Polri melalui Polda Sulawesi Tengah seluas 15 hektar.

Di lokasi tersebut juga telah berdiri gedung megah milik Polda Sulteng. Selain itu, terdapat perusahaan yang telah membangun, termasuk Kantor Bappeda Kota Palu.

Muh Rum menjelaskan, HGB di lokasi tersebut telah selesai. Selanjutnya, tanah tersebut akan dibagi menjadi tiga bagian yakni, pemerintah, investor dan masyarakat.

Menurutnya, tanah yang sudah selesai HGB dan HGU-nya menjadi tanah telantar dan selanjutnya Pemerintah Kota Palu mendistribusikan kepada masyarakat.

“Itu kan tanah bukan diperuntukan untuk persawahan yang berproduktif. Itu lahan tidur. Makanya diangkat untuk investasi dibangunlah hotel di situ,” ungkap Rum ditemui di Gedung DPRD Kota Palu, Kamis (5/2).

Rampung Akhir Tahun

Anggota DPRD Palu Muh Rum mengatakan, proses penyelesaian tanah di Talise tersebut ditargetkan selesai akhir tahun. Saat ini, masih dalam proses analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Tanah tersebut harus diratakan terlebih dahulu.

“Akhir tahun amdal sudah selesai. Ditender dua bulan kemudian sisanya dikerjakan sampai akhir tahun ini,” katanya.

Menurutnya, meski Wali Kota Palu saat ini telah berakhir masa jabatan pada akhir tahun ini, kebijakan tersebut tidak boleh diubah.

“Siapapun walikotanya nanti, kebijakan ini sudah tidak akan berubah lagi. Jaminannya adalah perusahaan yang sekarang sudah berjalan. Jika berubah maka akan dihentikan. Saya sendiri yang memimpin masyarakat kalau nantinya kebijakan itu berubah,” tegas Rum.

Dia juga meminta kepada masyarakat yang mendapatkan tanah di lokasi tersebut, jangan sampai dijual kembali.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.