Monday, 20 November, 2017 - 02:15

12 Calon Pendamping Habsja Disurvei

Marwan Djunaid. (Foto : Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Ketua DPD Partai Nasdem Kota Palu Marwan Djunaid masih enggan menyebutkan siapa pendamping Habsja Yanti Ponulele, dalam pencalonan Wali Kota Palu.

“Pasangan ibu Habsja belum diputuskan. Sekarang ada 12 nama yang sementara dalam tahap survei,” ungkap Marwan saat dihubungi, Kamis (4/6).

Marwan menjelaskan tim Habsja sekarang masih dalam tahap melakukan seleksi calon pasangan tersebut. Ada 12 nama yang diajukan untuk menjadi pasangan Habsja Yanti Ponulele. Dari 12 nama tersebut akan dikerucutkan menjadi tiga nama untuk selanjutnya diserahkan kepada Habsja untuk memilih sendiri pasangannya.

“Ini bukan masalah survei yang tinggi. Tetapi masalah siapa yang cocok dengan Habsja. Apakah bisa melakukan kerja sama yang baik atau tidak. Ini kan untuk jangka panjang. Kita harus mengutamakan sinergi antara Habsja dan pasangannya nanti,” jelas Marwan.

Dari 12 nama yang diajukan, tidak satupun dari nama tersebut bisa disebutkan oleh Marwan. Dia mengatakan belum berani menyebutkan nama. Karena saat ini tim masih melakukan survei.

“Biar yang bersangkutan (calon wakil) tidak mengetahui kalau dirinya sedang disurvei,” katanya.

Dengan majunya Habsja menjadi calon Wali Kota Palu, Marwan memastikan bahwa Habsa Yanti tidak akan berpasangan dengan Mulhanan Tombolotutu, apalagi hanya menjadi wakil.

Tentang batalnya rencana pasangan Mulhanan Tombolotutu – Habsja Yanti Ponulele sebagai calon wali kota/wakil wali kota Palu, Marwan mengatakan bukan karena adanya pecah kongsi.

“Ini lebih karena Partai Nasdem dan tim melihat situasi dan kondisi yang bergerak dinamis. Ternyata banyak masyarakat yang menginginkan agar Habsja Yanti maju menjadi Wali Kota Palu, bukan wakil wali kota. Ini salah satu hal yang membuat partai berpikir kembali,” ujarnya.

Tentang kursi Partai Nasdem yang hanya dua di DPRD Kota Palu, sedangkan syarat pencalonan harus minimal tujuh kursi, Marwan mengungkapkan saat ini pihaknya masih terus melakukan penjajakan dengan partai koalisi. Meski begitu, ia masih merahasiakan partai mana saja yang diajak untuk berkoalisi.


Editor : Alfred Lande

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.