Friday, 28 July, 2017 - 06:44

15 Astronom ITB Akan Amati GMT dari Kaki Gunung Biru

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi dan Kreatif Pemda Poso, Putera Botilang. (Foto : Wawan)

“Sesuai dengan hasil survei ITB dan Institut Mosintuwu Poso, di Desa Kalora merupakan titik paling tepat dan paling lama menikmati GMT. Pengamatan di Desa Kalora tepat pukul 08.38 WITA dengan waktu terjadi GMT  selama 2 menit 40 detik,” - Putra Botilangi, Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi dan Kreatif Pemda Poso -

Poso Sediakan 5000 Kacamata Hitam

Poso, Metrosulawesi.com - Gerhana Matahari Total (GMT) atau Total Solar Eclipse (TSE) yang melewati Poso pada 9 Maret 2016 akan disaksikan 15 Dosen Astronomi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi dan Kreatif Pemda Poso, Putera Botilangi mengatakan, nantinya ada sebanyak 15 Dosen Astronomi dari Universitas ITB akan menyaksikan secara langsung Gerhana Matahari Total di Poso.

Kata Putera, GMT yang akan terjadi di Poso akan disaksikan dari Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara atau di kaki Gunung Biru. Sementara untuk lokasi pengamatan akan digelar di Lapangan Desa Kalora.

Penentuan lokasi tersebut sesuai hasil survei yang di lakukan oleh ITB bersama LSM Institut Mosintuwu Poso. Dalam pengamatan tersebut, masyarakat yang akan menyaksikan GMT akan dibagikan 5000 kacamata hitam.

Putera menambahkan, pengamatan GMT tersebut sebelumnya akan digelar dalam bentuk Festival yang disebut dengan Festival Kawaninya. Dalam kegiatan itu berbagai bentuk tarian daerah Poso akan dipertunjukan yang dilaksanakan pada 8-9 Maret mendatang.

Menurutnya, sesuai dengan hasil survei ITB dan Institut Mosintuwu Poso, di Desa Kalora merupakan titik paling tepat dan paling lama menikmati GMT. Pengamatan di Desa Kalora tepat pukul 08.38 WITA dengan waktu terjadi GMT selama 2 menit 40 detik.

15 Dosen ITB tersebut nantinya akan meletakan 4 buah teropong, yang dipimpin langsung oleh ketua rombongan Dosen ITB. Kehadiran Dosen tersebut, selain untuk mengamati GMT juga akan menyiarkan secara langsung terjadinya GMT.

"Dosen itu akan menyiarkan secara langsung terjadinya GMT. Sehingga masyarakat dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total tanpa melihat secara langsung," jelasnya lagi, Rabu (13/1/2016).

Sedangkan pada tanggal 8 Maret malam hari, masyarakat yang berada di lokasi pengamatan akan dihibur tontonan situasi luar angkasa yang dilakukan oleh 15 Dosen dengan menggunakan teropong.

Untuk jumlah Wisman, telah tercatat di Provinsi di perkirakan sebanyak 10.000 untuk keseluruhan Wisman di Sulteng. Bahkan untuk bidang keamanan pihak Pariwisata Poso akan mengadakan rapat koordinasi dengan Kepolisian setempat.

"Kalau masalah keamanan kami akan rapat bersama pihak keamanan, namun Kepala Desa Kalora telah menyatakan akan menjamin keamanan selama kegiatan berlangsung," pungkasnya.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.