Thursday, 16 August, 2018 - 20:14

1.500 Napi Sulteng Diusulkan Terima Remisi, 26 Orang Langsung Bebas

Johanes Tangkudung. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sulteng mengusulkan sekitar 1.500 lebih Narapidana (Napi) di daerah ini menerima remisi dalam rangka Hari Proklamasi RI ke 73 pada 17 Agustus mendatang.

“Kami usulkan satu minggu lalu sekitar 1.500 Napi se Sulawesi Tengah akan mendapat remisi memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 73,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan Kanwil Kemenkumham Sulteng Johanes Tangkudung kepada Metrosulawesi, Rabu, 8 Agustus 2018.

Johanes menerangkan pengusulan tersebut belum bersifat final karena sepenuhnya akan diputuskan oleh Kemenkumham melalui SK. SK remisi nantinya akan diserahkan kepada masing-masing Napi penerima remisi pada 17 Agustus.

“Biasanya SK remisi akan diserahkan langsung secara simbolis oleh bapak gubernur setelah upacara HUT RI di Lapas Kelas II A Palu,” terangnya.

Dari antara 1.500 Napi penerima remisi, Johanes menyebutkan sekitar 26 orang diantaranya akan langsung bebas. Para Napi tersebut terdiri atas berbagai kasus seperti pidana umum dan pidana khusus.

Pengusulan Napi yang akan menerima remisi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No.12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, yang telah diubah menjadi PP Nomor 99 Tahun 2012 dan Keppres Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

“Syarat mutlak pemberian remisi kepada Napi yaitu telah menjalani masa hukuman minimal 6 bulan dan tentunya harus berkelakuan baik. Tapi meskipun berkelakuan baik kalau belum menjalani hukuman selama 6 bulan, tentu tidak bisa menerima remisi. Intinya diusulkan dapat remisi hanya yang memenuhi syarat,” ujar Johanes.

Dia menambahkan remisi merupakan hak Napi sebagaimana yang telah diatur berbagai regulasi terkait pemberian remisi.

“Semua Napi senang kalau dapat remisi, tapi lebih senang saat dapat remisi bebas pada saat Hari Raya karena langsung berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara,” tandas Johanes.

Seperti diketahui, dengan pemberian remisi kepada Napi, negara mampu menghemat anggaran hingga puluhan miliar rupiah, seperti saat pemberian Remisi Khusus (RK) Idul Fitri 1439 H pada Juni 2018 lalu. 

Secara nasional remisi menghemat anggaran biaya makan Napi lebih dari Rp32 miliar dengan rincian yakni biaya makan per orang per hari sebesar Rp14.700 dikalikan 2.205.300 hari tinggal. 

 

Editor: Udin Salim