Sunday, 22 October, 2017 - 12:39

16 Ha Kawasan Dongi-Dongi Rusak Berat, Harus Segera Direhabilitasi

Aksi penambang emas ilegal. (Foto : Metrosulawesi/Rezka Pontoh)

Palu,  Metrosulawesi.com  - 16 hektare hutan di kawasan Dongi-Dongi, Kabupaten Poso di Provinsi Sulawesi Tengah rusak  akibat aktifitas Penambang Emas Tanpa Izin, sehingga kondisi tersebut harus segera dilakukan rehabilitasi,.

Demikian kata Kepala Balai Besar Taman Nasonal Lore Lindu (TNLL) Sudayatna, seperti dikutip dari antara.

"Hutan yang rusak itu, termasuk di eks areal Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dongi-Dongi," kata Sudayatna di Palu, Rabu (30/3/2016).

Menurut dia, jika tidak segera direhabilitasi, sangat  besar kemungkinan terjadi bencana alam  tanah longsor dan banjir.

"Ini yang tidak dipikirkan oleh penambang ilegal tersebut," katanya.

Masyarakat hanya tahu menambang demi memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetapi, mereka tidak sadar bahwa jika hutan rusak dampaknya sangat besar bagi keselamatan jiwa manusia.

Kedepan, kata Sudayatna, Balai Besar TNLL akan memprogramkan rehabilitasi semua lahan yang sudah rusak, terutama eks tambang emas Dongi-Dongi.

Ia mengatakan bahwa PETI Dongi-Dongi sudah ditutup sejak 29 Maret 2016.

Semua penambang dan para pedagang yang selama beberapa bulan terakhir melalukan aktivitas menambang dan menjual berbagai kebutuhan sehari-hari di lokasi tambang telah meninggalkan lokasi.

"Kami berharap pasca penertiban yang dilakukan aparat gabungan Polri/TNI, Polhut, dan Satpol PP, tidak ada lagi warga yang masuk ke areal untuk menambang," katanya.

Jika ada warga yang kembali menambang,  yang bersangkutan akan langsung diamankan dan diseret ke pengadilan untuk menjalani proses hukum.

Eks lokasi PETI Dongi-Dongi masuk dalam kawasan TNLL yang merupakan salah satu dari sejumlah cagar biosfer dunia yang ditetapkan UNESCO pada tahun 1977.

Luas areal TNLL secara keseluruhan mencapai 217.000 hektare itu sebagian masuk Kabupaten Poso dan Sigi.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.