Saturday, 21 October, 2017 - 21:58

184 Paspor CJH Belum Terkumpul

H Arifin. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Seksi Sistem Informasi Haji Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulteng, H. Arifin mengatakan sebanyak 1799 calon jemaah haji (CJH) telah melunasi tahap I dan paspornya telah masuk di Kemanag Sulteng.

“Sedangkan yang belum ada paspornya di Kemenag Sulteng sebanyak 184 CJH. Mungkin juga paspor ini masih berada di kantor Kemenag Kabupaten/Kota dan belum sempat datang  ke kami,” kata Arifin kepada Metrosulawesi di ruang kerjanya, Selasa, 23 Mei 2017.

Arifin mengatakan sebenarnya paspor tersebut sudah harus dikirim ke Direktorat Jenderal Penyelengaraan Haji dan Umrah (PHU), dan saat ini  dalam proses per visaan.

“Tetapi karena kita belum menyusun kloter, maka paspor itu belum dapat kami kirim ke Dirjen PHU untuk proses pervisaan,” ungkapnya.

“Selain itu, kami juga sementara menunggu daftar nama regu dari kabupaten/kota untuk kami susun dalam satu kloter, setelah itu kami akan kirim ke Dirjen,” jelasnya.

Arifin mengungkapkan pihaknya harus mengumpulkan 450 CJH dalam satu kloter.

“Maka pengiriman paspor ke Dirjen PHU harus satu kloter penuh dan tidak boleh dipisah-pisahkan, harus menjadi satu,” jelasnya.
 
“Sebenarnya saat ini harus sudah mulai proses pervisaan di Jakarta, namun kami masih menunggu pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) pada 2 Juni nanti,” ujarnya.

Arifin berharap CJH yang telah melunasi tahap I ataupun tahap II telah mengurus paspornya masing-masing.

“Untuk perpanjangan pengurusan paspor tidak mungkin lagi dilakukan, cuma mungkin ada batas tolenrasi pemberangkatan, jika memang CJH belum mengurus paspor. Peraturan terkait itu akan dikeluarkan oleh pusat dalam waktu dekat ini,” katanya.

Arifin mengimbau pelaksana haji di Kabupaten/Kota untuk segera mengumpulkan paspor haji dan segera dimasukkan ke Kanwil Kemenag Sulteng.
 

Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.