Sunday, 22 July, 2018 - 20:29

191 Calon Jamaah Haji Belum Lunasi BPIH

H Arifin. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, merilis sebanyak 191 orang calon jamaah haji (calhaj) belum melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap pertama, sejak dibuka 16 April lalu, sedangkan batas waktu pelunasan telah berakhir 4 Mei 2018 lalu.

Dari total 1.986 calon jemaah haji reguler, baru 90 persen atau 1.795 orang yang melakukan pelunasan.

Berdasarkan data di Seksi Pendaftaran dan Dokumentasi Haji, Bidang Haji dan Umroh, Kanwil Kemenag Sulteng, calon jemaah regular yang telah melakukan pelunasan tahap pertama, terdiri dari Kota Palu dengan kuota 729 calhaj, yang melunasi baru 612 orang. Kabupaten Poso dengan kuota 95 calhaj, yang melunasi baru 91 orang. Kabupaten Donggala dengan kuota 177, yang melunasi 174 orang. Kabupaten Tolitoli dengan kuota 206, yang melunasi baru 193 orang. Kabupaten Banggai dengan kuota 176, yang melunasi 160 orang. Kabupaten Buol dengan kuota 24, tersisa satu yang belum melunasi.

Selanjutnya Kabupaten Morowali dengan kuota 152, yang melunasi baru 141 orang. Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dengan kuota 31, sudah melunasi seluruhnya.

Kemudian Kabupaten Parigi Moutong dengan kuota 142, yang melunasi baru 126 orang. Kabupaten Tojo Unauna dengan kuota 37, masih tersisa satu orang belum melunasi. Kabupaten Sigi kuota 159, yang melunasi 149 orang. Morowali Utara kuota 38, masih tersisa satu orang belum melunasi. Demikian pula Kabupaten Banggai Laut dengan kuota 23, masih tersisa satu orang belum melunasi.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pendaftaran dan Dokumentasi Haji, H Arifin, para jemaah yang belum melunasi diantaranya karena ada yang sudah wafat, sakit,  sengaja menunda karena menunggu keluarga, dan lainnya.

“Tapi masih ada proses pelunasan tahap II yang dijadwalkan 15-25 Mei 2018 nanti,” katanya belum lama ini.

Di tahap ini, kata dia, yang berhak melunasi diperuntukkan bagi jemaah dengan kriteria mengalami kegagalan sistem pada pelunasan BPIH tahap pertama, berstatus pernah berhaji, yang telah berusia 18 tahun atau sudah menikah, pengajuan penggabungan suami/istri atau anak kandung/orang tua terpisah yang salah satunya telah melunasi di tahap 1.

“Kemudian pengajuan lanjut usia minimal 75 tahun yang dapat disertai dengan satu orang pendamping dan cadangan berasal dari jemaah haji yang berhak lunas tahun 1440H/2019M sebanyak lima persen,” ujarnya.   


Editor: M Yusuf Bj