Monday, 20 November, 2017 - 08:06

20 Santri di Sulteng Lolos Seleksi PBTQ

Dr H Kiflin Padjala. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Sebanyak 20 santri asal Pondok Pesantren (ponpes) di Sulteng dinyatakan lolos seleksi Program Beasiswa Tahfiz Alquran (PBTQ) 2017. Para santri tersebut berasal dari enam ponpes di lima kabupaten kota di Sulteng.

Demikian Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Kanwil Kementerian Agama Sulteng, Dr. H. Kiflin Padjala, Rabu, 7 Juni 2017.

Kiflin mengungkapkansetelah dinyatakan lolos seleksi PBTQ tingkat Provinsi Sulteng, selanjutnya para santri tersebut akan mengikuti pembinaan lanjutan di Ponpes Sulaimaniyah Pasuruan dan Surabaya, Jawa Timur.

Namun, kata Kiflin, dari 20 santri yang lolos tersebut, dua orang menyatakan mengundurkan diri, karena dalam masa pengurusan skripsi.

“Santri kita yang lolos terdiri dari beberapa Kabupaten dan Kota, tapi ada dua orang yang mengundurkan diri, sehingga tinggal 18 orang. 9 orang perempuan akan dibina lagi di Ponpes Sulaimaniyah di Pasuruan, sedangkan 9 orang laki-laki dibina di Ponpes Sulaimaniyah Surabaya,” jelas Kiflin.

Kiflin mengatakan PBTQ merupakan program kerjasama antara pemerintah RI bersama United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey (UICCI) atau Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia-Turki.

“Para santri yang lulus seleksi, selanjutnya akan mengikuti seleksi tahap kedua di Ponpes Sulaimaniyah di beberapa daerah yang ditunjuk oleh Kemenag RI untuk kemudian dikirim ke Turki mengikuti program pendidikan tahfiz Alquran, bahasa Arab dan Turki,” katanya.

“Diharapkan para santri dari Sulteng dapat berprestasi ketika dibina nanti, dan setelah itu mereka mudah-mudahan bisa menembus Turki. Yang perlu kita apresiasi, sebagai motivasi dakwah juga, adalah semangat yang luar biasa para santri, terutama orang tua mereka, yang mengikutkan anak-anaknya dalam program ini,” harapnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.