Sunday, 19 August, 2018 - 01:43

2015, Pengguna Narkoba Meningkat 1,7 Juta Orang

Kepala BNN Kota Palu AKBP Sahidi (tengah) saat acara Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba bersama kelompok masyarakat di Kota Palu. (Foto: Humas BNN)

Palu, Metrosulawesi.com – Jumlah pengguna narkoba terus meningkat. Akhir 2015, pengguna narkoba menembus angka 5,9 Juta jiwa. Humas BNN Kota Palu, Senli mengatakan kenaikan ini di dominasi pengguna narkoba baru atau coba-coba.

“Setiap tahunnya Jumlah pengguna narkoba di Indonesia terus bertambah banyak. Pada Juni 2015 sekitar 4,2 juta jiwa, berselang lima bulan kemudian November 2015 angka itu meningkat signifikan menjadi 5,9 juta jiwa. Ironisnya, kenaikan 1,7 juta jiwa itu adalah pengguna baru,” kata Senli di Palu, Selasa (1/3/2016).

Menurutnya, kasus tersebut harus menjadi tanggungjawab bersama yang harus segera ditindaklanjuti.

“Kita tidak bisa memandang remeh permasalahan narkotika yang semakin mengancam generasi penerus negeri ini. Tidak pula, membebankan tanggungjawab penanganan masalah narkotika hanya kepada Badan Narkotika semata,” tegasnya.

Menurutnya, untuk memberantas peredaran narkotika dibutuhkan kerja sama yang baik melalui sinergitas lintas sektoral. Sebab kejahatan narkotika telah merongrong ke dalam semua sektor di negeri ini.

“Buktinya saat ini mengancam institusi TNI/Polri, hal ini dibuktikan dengan tersangkutnya 11 oknum TNI/Polri yang menjadi tersangka kasus tindak pidana narkotika dalam rentang waktu 2010-2013,” katanya.

“Sebelas oknum TNI/Polri tersebut adalah hasil pengembangan kasus oleh Badan Narkotika sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Artinya, penting sinergitas penanganan permasalahan narkotika,” tambahnya.

Selain itu, kata Senli, pihaknya bersama Panglima TNI dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia telah menjalin kesepakatan bersama dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penggunaan narkoba. Mneurutnya, hal tersebut harus dijadikan motivasi memberangus peredaran narkoba di Indonesia.

“Adapun Nota Kesepahaman antara Badan Narkotika Nasional dengan Tentara Nasional Indonesia adalah Nomor : NK / 29 / V / 2015 / BNN  Nomor : Kerma 14 / V/ 2015 tanggal 13 Mei 2015 tentang Bantuan TNI kepada BNN dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika serta Pelaksanaan Rehabilitasi Penyalahguna dan Pecandu Narkotika dan Prekursor Narkotika,” jelasnya.

“Kami juga terus memberdayakan kader anti penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika serta pelaksanaan pemeriksaan uji narkotika terhadap personil Polri,” tambahnya.

Menurutnya, jika aspek sumber daya manusia (SDM) dan yuridis telah terpenuhi dan terbangun dengan baik, maka gerak aksi nyata dari personil TNI-Polri dan Badan Narkotika Nasional di Kota Palu untuk mencegah dan memberantas peradaran narkoba dapat segera terwujud.


Editor : M Yusuf BJ