Thursday, 30 March, 2017 - 15:09

2017, Ekonomi Sulteng Diprediksi Tumbuh Hingga 12 Persen

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah, Miyono. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Ekonomi Sulawesi Tengah pada 2017 mendatang diproyeksikan akan mengalami peningkatan. Ditopang oleh industri manufaktur dan sektor pertambangan yang menjadi sumber utama, pertumbuhan ekonomi Sulteng diperkirakan bisa mencapai 12,2 persen (yoy).

Menurut Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah, tantangan ekonomi, potensi daerah, serta sinergi pelaksanaan kebijakan yang akan ditempuh pemerintah dan BI tentu akan mewarnai prospek perekonomian Sulteng ke depan.

Melalui upaya perbaikan struktur ekonomi, diyakininya kondisi ekonomi daerah ini kedepan akan semakin membaik.

“Sebagaimana yang telah kami usulkan, kami berkeyakinan kondisi perekonomian daerah Sulawesi Tengah kedepan akan tumbuh semakin baik, meskipun kondisi ekonomi global khususnya negara mitra dagang belum sepenuhnya solid,” ungkap Kepala BI Perwakilan Sulteng Miyono, baru-baru ini.

Olehnya, BI memprediksi pada 2017 mendatang ekonomi Sulteng akan mengalami peningkatan dan tumbuh di kisaran 11,8 hingga 12,2 persen (yoy).

“Industri manufaktur dan sektor pertambangan masih menjadi sumber pertumbuhan utama,” katanya.

Optimisme pertumbuhan ekonmomi tersebut juga didukung oleh perkiraan terjaganya inflasi yang diproyeksikan berada di kisaran 4,0 1 persen.

“Sebagai strategic partner dari pemerintah daerah, kedepan Bank Indonesia akan terus meningkatkan kualitas advisory kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, baik dalam memberikan pandangan, masukan dan usulan, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan,” jelas Miyono.

Hal itu, kata dia, sebagai salah satu upaya untuk mendorong tercapainya misi dan visi Sulawesi tengah sebagai daerah yang maju, mandiri dan berdaya saing.

Selain itu, BI Sulteng juga mendorong penyaluran kredit oleh perbankan di Sulteng untuk mendobrak penyaluran kredit kepada masyarakat di daerah ini, khususnya para pengusaha kecil. BI memprediksikan kredit perbankan tumbuh tinggi menjadi 10 hingga 12 persen.

“Ditopang oleh perbaikan pertumbuhan KI, KMK, maupun KK. Sudah barang tentu, kedepan kami akan terus berupaya mendorong perbankan dalam menyalurkan kredit khususnya kepada pengusaha kecil, agar pada tahun 2018 seluruh perbankan sudah menyalurkan KUK-nya minimal sebesar 20 persen dari total kredit yang disalurkan.”

Hal ini sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No. 14/22/Tahun 2012.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.