Tuesday, 21 February, 2017 - 18:13

2017, Kemenag Sulteng Fokus Bina Guru PAI

DR H Kiflin Padjala, MPdI. (Foto : kemenag.go.id)

Palu, Metrosulawesi.com – Pada 2017 mendatang, Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah akan memprioritaskan program pembinaan guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang ada di sekolah-sekolah umum.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pakis Kanwil Kemenag Sulteng, Kiflin Padjala, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 19 Desember 2016.

“Ini dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM) guru PAI yang ada di Sulteng,” kata Kiflin.

Kiflin mengungkapkan pihaknya akan menyusun beberapa program yang akan mendukung pencapaian target peningkatan kualitas SDM Guru PAI tersebut. Diantaranya memberikan pembinaan intensif kepada para guru PAI serta memberikan bantuan-bantuan yang terkait pembinaan itu.

“Pembinaan ini penting, karena pendidikan agama merupakan salah satu elemen penting yang membentuk corak bangsa ini,” jelas Kiflin.

Kata dia, program-program yang dicanangkan tersebut akan melibatkan seluruh Guru PAI di Sulteng, baik yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI, Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, termasuk para pengawas bidang studi PAI sebagai sasaran pembinaan.

Selain itu, Kiflin mengingatkan kepada para guru PAI di Sulteng agar segera mengaktifkan dan meng-update program Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Kementerian Agama (SIMPATIKA), sebagai salah satu persyaratan dalam pmbayaran sertifikasi.

“Saat ini terdapat lebih dari 3 ribu orang guru PAI di Sulteng. Ada beberapa diantaranya yang tidak aktif pada SIMPATIKA dan harus di-update. Kalau tidak aktif, maka sertifikasinya tidak bisa dibayar. Minimal tiap bulan harus update, untuk mengantisipasi perubahan-perubahan data,” jelas Kiflin.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan