Sunday, 17 December, 2017 - 16:03

2018, Germas Palu Didukung Anggaran Provinsi

Sekkkot Palu , Asri Sawaya bersama Kadis Kesehatan Kota Palu, Dr. Royke Abraham saat acara Talkshow Coffee Night penutupan Germas Kota Palu di salah satu warkop, Kamis pekan lalu. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Sekretaris Kota Palu Asri Sawaya menutup kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat Tingkat Kota Palu di salah satu warkop (warung kopi) Kamis malam pekan lalu. Acara penutupan yang dilaksanakan dalam bentuk Talkshow Coffee Night ini mengusung tema “Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Murah Terjangkau dan Berkualitas Menuju Kota Palu Berbudaya Sehat” dengan narasumber Sekkot Palu Asri Sawaya, Kadis Kesehatan Kota Palu, Royke Abraham dan Ketua Gerakan Gali Gasa (3G), Anshar Munir.

Kadis Kesehatan Kota Palu, Dr. Royke Abraham mengatakan talkshow tersebut sebagai bentuk evaluasi program Germas sepanjang 2017.

"Kami membuka diri dengan menerima segala masukan dan saran dalam upaya perbaikan program ini kedepan, guna membangun Kota Palu dalam upaya mewujudkan visi misinya, menuju kota jasa, berbudaya dan beradat dilandasi iman dan taqwa,” katanya.

Royke juga mengisyaratkan program Germas akan tetap berlanjut pada 2018, karena merupakan program pusat. 

"Selain APBD Kota Palu, kita juga mendapat dukungan dari Dinkes provinsi dan pusat tentang kegiatan Germas di Kota Palu ini,” katanya.

Sementara itu, Sekkot Palu Asri Sawaya dalam materinya mengapresiasi program Germas dari Kemenkes RI karena memberikan edukasi yang positif terhadap budaya dan perilaku hidup sehat masyarakat.

"Program ini sangatlah baik, karena didalamnya mengandung nilai-nilai manfaat dalam kehidupan masyarakat. Apalagi program ini bersinergi dengan visi misi Pemkot Palu dalam menumbuhkan K5,” jelasnya.

Germas yang terintegrasi dengan PKK dan Satgas K5 itu, kata Asri, diharapkan dapat terus eksis dan hadir di tengah masyarakat Kota Palu.

"Walikota Palu saat ini telah membenahi berbagai hal, salah satunya sektor kesehatan dengan memberikan dukungan angaran hingga 38 persen. Dukungan tersebut telah jauh diatas aturan yakni hanya sebesar 10 persen saja,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen diantaranya legislator Kota Palu, Dinas Dikbud, RS Anutapura Palu, PPNI, IAKMI, FKM Untad, dan Budayawan. Talkshow ini juga diisi dengan sesi tanya jawab.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.