Thursday, 20 September, 2018 - 20:29

2018, Seluruh SMK Gelar UNBK

Irwan Lahace. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah mengupayakan pada 2018 semua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sulteng melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace kepada Metrosulawesi melalui ponselnya, Jumat, 8 Desember 2017.

Irwan mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sangat mengharapkan semua sekolah sudah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dan saat ini, kata dia, Sulteng sementara melakukan persiapan sarana dan prasarananya.

“Jika SMK di Kota Palu dipersentasekan 100 persen pada tahun depan bisa melaksanakan UNBK, bahkan saya kedepanya akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Palu, agar SMP yang sudah siap melaksanakan UNBK bisa dipinjamkan sarana komputernya untuk gunakan oleh siswa SMA,” kata Irwan.

Irwan mengatakan dalam membangun pendidikan seperti ini, harus ada sinergitas antar berbagai pihak terkait.

“Kami juga berupaya di kabupaten lain juga seperti itu, sehingga sama dengan Kota Palu untuk bisa melaksanakan UNBK,” ujarnya.

Irwan mengatakan kedepan, pihaknya tetap berupaya menganggarkan sarana komputer di sekolah-sekolah. Karena menurutnya, sarana komputer bukan hanya digunakan untuk UNBK, namun bisa dipakai siswa-siswi untuk praktik.

“Apalagi di SMK kejuruan komputer, maka komputer sangat diperkukan untuk mengembangkan kompetensi siswanya. Bahkan saya mendorong semua SMA juga bisa melaksanakan UNBK, seperti SMK di Palu yang siap 100 persen melaksanakan UNBK tahun depan,” ungkapnya.

Menurutnya, dari segi efisien, UNBK cukup mengurangi pendanaan dalam melaksanakan ujian nasional, karena tidak lagi membeli kertas dan alat kelengkapan lainnya.

“UNBK hanya membeli jaringan saja dan menyiapkan komputer, sehingga sudah sangat simple untuk melaksanakan ujian,” katanya.

Terkait wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI bahwa soal Ujian Nasional (UN) bukan lagi pilihan ganda, namun diubah menjadi esai, Irwan mengaku hal itu sudah pernah disampaikan pada pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kita harus positif, karena esai itu adalah salah satu bentuk soal yang memang harus dikerjakan dengan baik. Tetapi ujian esai ini bisa melatih dan mengasah kecerdasan peserta didik, sehingga saya kira ini cukup bagus jika dilakukan,” ujar Irwan.
 
 
Editor : M Yusuf Bj