Saturday, 25 November, 2017 - 11:39

2018, UMP Sulteng Rp1,9 Juta Lebih

H Achrul Udaya, SH. (Foto : Dok)

Palu, Metrosulawesi.com – Upah minimum provinsi Sulteng mengalami kenaikan sebesar 8,71 persen. Kenaikan UMP itu disepakati dalam rapat dewan pengupahan yang berlangsung di Dinas Tenaga Kerja Sulteng, Senin 30 Oktober.

Sekretaris Apindo Sulteng, H Achrul Udaya SH mengatakan, kenaikan sebesar 8,71 persen itu diperoleh berdasarkan hasil rumusan dari besaran inflasi ditambah dengan pertumbuhan ekonomi. “Dengan mengacuh rumus itu, maka UMP Sulteng dari Rp1.807.775 naik menjadi Rp1.965.232 pada 2018,” katanya menjawab Metrosulawesi, Senin 30 Oktober.

Achrul mengatakan, hasil kesepatakan dewan pengupahan itu diusulkan ke Gubernur untuk mendapatkan pengesahan. Setelah itu akan diumumkan secara nasional pada Rabu 1 November 2017.

Selain membahas UMP, pada kesempatan itu juga diputuskan besaran UMK (Upah Minimun Kabupaten/Kota) yang berlaku di sejumlah kabupaten dan kota di Sulteng untuk 2018 mendatang. Besaran UMK itu disesuaikan dengan kondisi daerah yang bersangkutan. Untuk kota Palu misalnya, besaran UMK 2018 mencapai  Rp2.235.893  sebelumnya Rp2.056.750, Donggala Rp2.077.614 sebelumnya Rp1.910.613, Poso Rp2.135.866 sebelumnya Rp1.964.738, dan Tolitoli Rp2.000.536 dari sebelumnya  Rp1.840.250, sedangkan Buol Rp2.205.767  dari sebelumnya Rp2.029.038. (Selengkapnya di edisi cetak Selasa, 31 Oktober 2017)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.