Thursday, 20 September, 2018 - 02:34

2019, Disdikbud Palu Target Terapkan K13

Ansyar Sutiadi. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengungkapkan penerapan Kurikulum 13 (K13) untuk semua sekolah di Kota Palu akan dilakukan pada 2019 atau 2020. 

“Tahun ini masih pelatihan terus kepada pihak sekolah, untuk penerapan K13 nanti 2019 atau 2020. Untuk tahun ini masih menyelesaikan proses pendampingan dan palatihan kepada pendidik dan tenaga kependidikan,” kata Ansyar di Palu, Selasa, 3 Juli 2018.

Ansyar mengungkapkan bahwa Kota Palu menyesuaikan target nasional, karena harus dilakukan pelatihan terlebih dahulu terhadap guru yang belum melaksanakan K13. 

“Ada upgrade kepada para pendidik dan tenaga pendidik tersebut,” jelasnya. 

“Menerapkan K13 ini tergantung kesiapan daerah juga. Saat ini baru sekitar 70 persen sekolah yang menerapkan K13, sisanya 30 persen masih sementara diupayakan. Bisa saja kami menerapkan K13 pada tahun ajaran ini, namun itu masih wacana. Yang jelas penerapan keseluruhan K13 pada 2019 atau 2020,” jelasnya.

Kata dia, sekitar puluhan sekolah di Kota Palu belum menerapkan K13. 

“Dari data sistem Disdikbud Kota Palu, sekolah yang belum menerapkan K13 di jenjang SD dan SMP swasta maupun Negeri sekitar 85 sekolah. Dengan rincian jenjang SD sebanyak 67 sekolah dari 164 SD Swasta/Negeri, sedangkan SMP 18 sekolah, dari 44 SMP swasta/negeri di Kota Palu,” ungkapnya.

Sementara itu, kata Ansyar, penerapan sistem zonasi di jenjang TK tidak terapkan sepenuhnya.

“Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Palu hanya dua negeri yakni TK Pembina Palu Selatan dan TK Pembina Tawaeli. Jika dua sekolah ini memungut biaya dari orang tua siswa akan terkena sanksi. Namun diluar itu yakni TK swasta, kita tidak bisa campuri, karena biaya oprasional mereka di tanggung oleh yayasan,” ujarnya.

Ansyar mengharapkan sekolah swasta melakukan standarisasi dalam menentukan biaya pendidikan, sehingga semua TK swasta sama biayanya. 

“Tidak ada jumlah yang berbeda, misalnya ada kebijakan tertentu, memberikan makan dan minum hingga sore hari kepada muridnya,” jelasnya.

 

Editor: M Yusuf Bj