Friday, 20 April, 2018 - 22:28

2021, PT IMIP Melantai di Bursa Indonesia

Slamet Victor Panggabean. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menargetkan akan melantai di bursa saham pada 2021 mendatang.

“Sebetulnya kita telah programkan ke arah sana, yang penting kami mendapatkan standarisasi dulu yakni International Organization for Standardization (ISO),” ungkap Senior Vice President PT IMIP Slamet Victor Panggabean, Jumat malam, di Booth PT IMIP Sulteng Expo, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

PT IMIP, kata Slamet, dengan smelternya baru sekitar 2 tahunan, kami berharap dalam waktu 4 tahun ke depan, sudah bisa go public sekitar tahun 2021.

ISO adalah adalah salah satu standar internasional dalam sebuah sistem manajemen untuk pengukuran mutu organisasi. ISO memegang peranan penting dalam mengukur bagaimana kredibilitas perusahaan yang ingin bersaing secara global dan juga adalah salah satu cara untuk meningkatkan sistem manajemen mutunya.

Dengan memiliki sertifikasi ISO, akan memiliki kemungkinan lebih untuk memenangkan kompetisi pasar, karena adanya jaminan kualitas dari produk atau jasa yang ditawarkan, serta kepercayaan konsumen akan brand terkait.

Menurut Slamet, IMIP merupakan sebuah kawasan, dimana di dalamnya terdapat beberapa pabrik smelter dengan perusahaan sendiri-sendiri atau disebut tenant.

IMIP merupakan perusahaan pengelola kawasan industri pertambangan khususnya bahan mineral nikel terintegrasi. Perusahaan ini merupakan hasil kerja sama antara Tsinghan Group dari Tiongkok dan Bintang Delapan Grup dari Indonesia.

Slamet juga menyepakati, bahwa perusahaan yang memiliki komitmen adalah perusahaan yang berani untuk go public dan melakukan listing di bursa saham. Dengan demikian masyarakat umum bisa membeli saham perusahaan.

“Yang penting untuk kami, bagaimana iklim invetasi itu bisa bergerak dengan nyaman dan aman,” harap Slamet.

Di IMIP saat ini terdapat 12 perusahaan yang beraktivitas diantaranya PT Bintang Delapan Mineral (BDM), PT Sulawesi Mining Invesment, PT Indonesia Guan Ching Nickel and Stainless Stell Industri (GCNS), PT Decent Stainless Stell, PT Indonesia Tsingsang Stainless Steel, PT Dexin Steel Indonesia dan PT Broly Nickel Industry.

Sebelumnya, Humas dan Media Relation PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) mengakui adanya kesulitan merekrut tenaga ahli khusus operator alat berat.

“Kebutuhan tenaga operator alat berat cukip besar tetapi kesulitan melakukan rekruitmen karena minimnya tenaga kerja yang tersedia,” kata Koordinator Media Relation PT IMIP Dedy Kurniawan, Jumat, 13 April di lokasi Sulteng Expo Stadion Panggona, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Menurut Dedy, mestinya ketersediaan tenaga kerja khusus itu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Selama ini tenaga ahli dari daerah penyangga Sulawesi Tenggara dan Kalimantan. Hanya saja saat ini untuk mendapatkan tenaga kerja ahli di kedua daerah tersebut juga semakin sulit seiring membaiknya harga batu bara.
 
“Mereka lebih memilih tetap berada di daerahnya apalagi harga batu bara sudah membaik, ” ujar Dedy.

Saat ini PT IMIP, tambah Dedy, sedang membuka lowongan kerja bagi 2.000 tenaga ahli khusus operator alat berat selama Sulteng Expo berlangsung.

“Kami mash pesimis bisa mencapai target. Meskipun sudah klasifikasi pendidikan sudah diturunkan ke tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP),” kata Dedy.

Sedangkan untuk tenaga kerja lapangan atau kru, lowongan kerjanya dibuka setiap saat. Saat ini juga masih ada 12 ribu pelamar yang masih menunggu verifikasi berkas dan medical check up.

Saat ini PT IMIP memiliki 21,692 tenaga kerja Indonesia dan 3.000 orang tenaga kerja asing.

Tags: