Tuesday, 23 May, 2017 - 05:38

23 Dokter Muda Unisa Palu Diharap Tetap Religius

FOTO BERSAMA - Lulusan Fakultas Kedokteran Unisa Palu foto bersama petinggi Unisa usai prosesi pengambilan janji di Hotel Mercure Palu, Minggu 16 April 2017. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairat (Unisa) Palu kembali menghasilkan sarjana kedokteran baru. Selain sarjana kedokteran, dokter baru juga kembali lahir dari perguruan tinggi swasta itu, Minggu 16 April 2017.

Sebanyak 23 sarjana kedokteran baru saja melakukan pengambilan janji sarjana kedokteran periode XII, dan tujuh dokter baru melakukan pengambilan sumpah dokter periode II untuk tahun ajaran 2016/2017, di Mercure Hotel Palu.

Dekan Fakultas Kedokteran Unisa dr Mukramin Amran yang memimpin jalannya prosesi upacara akademik pengambilan sumpah dan janji itu berharap para dokter yang baru saja diambil sumpahnya itu bisa menjadi dokter yang bertanggung jawab dan menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan kewajiban serta tetap memegang teguh visi misi mereka sebagai dokter yang religius.

Selain itu, Dekan yang juga ahli radiologi ini berharap para dokter yang dilahirkan Unisa bisa tetap menjadi dokter yang mau terus belajar. “Perkembangan kedokteran itu tidak berhenti sampai anda menjadi dokter, variasi penyakit itu setiap hari berkembang, penyembuhan penyakit dan obat-obatan juga terus berkembang. Olehnya, saya berharap para dokter tetap memegang semboyan mau belajar seumur hidup harus  melekat dalam dirinya sendiri, dan menjadi dokter yang riligius sesuai dengan Unisa yang berbasis religi,” kata dokter Amran.

Sementara itu, 23 sarjana kedokteran yang baru saja menyelesaikan studinya akan mengikuti magang (co ass) di rumah sakit selama dua tahun untuk melanjutkan studinya agar mendapatkan surat tanda registrasi dokter untuk bisa mendapatkan gelar dokter dan bisa melakukan praktik sebagai dokter.

“Alhamdulillah pada tahun ini 84 persen lulus, dan hanya ada satu yang tidak lulus karena kesehatannya terganggu. Untuk yang telah meraih gelar sarjana kedokteran saya berharap dua tahun kedepan bisa segera disumpah dokter juga setelah menyelesaikan tugas di rumah sakit selama dua tahun,” ujarnya.

Untuk mendukung lahirnya dokter-dokter berkualitas dan dipercaya, upaya peningkatan akreditasi fakultas kedokteran di sekolah tinggi swasta itu juga tengah didorong. Paling lambat ditargetkan pada 2018 akreditas Fakultas Kedokteran Unisa yang saat ini masih C bisa akreditasi B.

“Alhamdulillah saat ini kita telah menjadi PTS (Perguruan Tinggi Swasta) nomor satu di Sulawesi Tengah. Seperti kita ketahui saat ini pendidikan kedokteran sedang pengembangan di Indonesia. Yang jadi tantangan kami saat ini yaitu reakreditasi,” ungkapnya.

Untuk merealisasikan agar akreditas Fakultas Kedokteran Unisa bisa meningkat ke B, pihak kampus juga tengah mengupayakan untuk memenuhi persyaratan seperti pemenuhan sumber daya pengajar (dosen), maupun terkait sarana prasarananya.

“Sudah memenuhi persyaratan, cuma dalam hal peningkatan kualitas laboratoriumnya, peningkatan SDM-nya, dan juga di rumah sakit, di rumah sakit kan juga ada bagian-bagiannya, itu harus ada sarana dan prasaran yang disiapkan, itu kita harus kerja sama dengan Pemdanya sendiri sebagai pemilik Rumah Sakit Anutapura sebagai rumah sakit utama kita di dalam pengembangan itu, kalau dari segi pengadaan dosennya itu tanggung jawab dari Fakultas. Itu sudah diusahakan, harus terpenuhi sebelum akreditasi,” ujar dia.

Sementara Rektor Unisa dokter Hamdan Rampadio berharap agar seluruh civitas di Universitas Alkhairat saling bahu-membahu untuk menjadikan fakultas kedokteran di universitas itu bisa segera diakreditasi B.

“Kalau bisa 2017, kita usahakan 2017 (akreditas B) meskipun 2018 baru akreditasinya,” ujar Rektor Unisa.
 

Editor : Udin Salim

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.