Sunday, 22 July, 2018 - 22:13

25 Desa di Parimo Jadi Sasaran Pamsimas

PAMSIMAS - Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) I Nyoman Ady mengungkapkan, tahun ini sebanyak 25 desa menjadi sasaran pelaksanaan program Pamsimas. (Foto: Ist)

PROGRAM TAHUN INI
  • Program Pamsimas sebanyak 5 desa dibiayai oleh APBD sebesar Rp.1.225.000.000 dan 20 desa dibiayai APBN sebesar Rp4.900.000.000.
  • Selain itu, program Hibah Air Minum Pedesaan (HAMP) sebanyak 3 desa yaitu Desa Uevolo dan Desa Marantale Kecamatan Siniu dan Desa Pinotu Kecamatan Toribulu dengan anggaran dari APBD Rp 1.000.000.000.

Parimo, Metrosulawesi - Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) I Nyoman Ady mengungkapkan, tahun ini sebanyak 25 desa menjadi sasaran pelaksanaan program Pamsimas.

Pamsimas adalah program pemerintah dengan tujuan menyediakan sarana air minum dan sanitasi bagi masyarakat perdesaan melalui pendekatan berbasis masyarakat. Kegiatan Program Pamsimas mulai dilaksanakansejak tahun 2008 hingga tahun 2019 dan pelaksanaannya telah menunjukkan adanya dampak positif bagi masyarakat desa dalam hal peningkatan akses air minum dan sanitasi yang berkelanjutan. 

“Pada tahun 2018,  program ini menyasar sebanyak 25 desa yang pada saat ini sudah memasuki tahapan penyusunan rencana kerja masyarakat dan jika tidak ada perubahan, pelakasanaan fisik akan dimulai pada bulan April hingga bulan Juli 2018 mendatang,” ungka I Nyoman Ady kepada Metrosulawesi, Kamis 29 maret 2018.

Dia menjelaskan, dari 25 desa yang direncanakan tersebut, sebanyak 5 desa dibiayai oleh APBD sebesar Rp. 1.225.000.000 dan 20 desa dibiayai oleh dana APBN sebesar Rp. 4.900.000.000.

Dia menambahkan, selain desa reguler, pada tahun 2018 ini Kabupaten Parimo juga mengikuti Program Hibah Air Minum Pedesaan (HAMP) sebanyak 3 desa yaitu Desa Uevolo dan Desa Marantale Kecamatan Siniu dan Desa Pinotu Kecamatan Toribulu dengan nilai total anggaran yang dikeluarkan oleh APBD sebanyak Rp 1.000.000.000.

“Program ini adalah program untuk desa-desa yang telah menerima Program Pamsimas yang berhasil dari sisi pengelolaan keuangan dan sarana. Wujud program ini adalah pemberian bantuan sambungan rumah dengan menggunakan meteran air,” katanya.

I Nyoman Ady berharap, kepada pemerintah desa untuk berperan aktif dalam hal peningkatan akses air minum dan sanitasi. Karena pengalokasian anggaran desa untuk kedua sektor tersebut sangat berarti untuk peningkatan akses.

Selain itu, peran pemerintah desa berkaitan dengan regulasi untuk mendukung lembaga pengelola yang telah dibentuk di desa dalam hal penarikan iuran bagi penerima manfaat air minum sangat berarti untuk keberlanjutan sarana yang telah dibangun. 

Mencakup 124 Desa

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) I Nyoman Ady menjelaskan, Kabupaten Parimo adalah salah satu kabupaten yang telah melaksanakan program Pamsimas sejak tahun 2008. Sampai pada tahun ini program Pamsimas telah dilaksanakan di 124 desa dampingan yang tersebar di semua wilayah Kecamatan Kabupaten Parimo.

Dia menambahkan, dari 124 desa yang telah melaksanakan kegiatan program tersebut, terdapat 91 desa yang sarananya masih berfungsi baik serta sisanya 20 desa berfungsi sebagian dan 13 desa tidak berfungsi.

Adapun jumlah jiwa yang telah mendapatkan akses air minum yang layak dan berkelanjutan sebanyak 126.077 jiwa dari total jiwa 201.397 jiwa atau sebanyak 31.201 keluarga dari total 49.408 keluarga. Sementara dari segi pendanaan, Pamsimas adalah program yang penganggarannya melalui sharing antara APBN dan APBD.

“Yang mana total anggaran program Pamsimas sejak tahun 2008-2016 yang bersumber dari APBD adalah sebesar Rp.4.211.899.400,- dan total anggaran yang bersumber dari APBN sebesar Rp. 20.485.205.000,-. Selain itu, anggaran APBD juga membantu desa-desa Pamsimas yang mengalami kerusakan jaringan akibat bencana. Sejak tahun 2013-2016 terdapat 7 desa yang dibiayai langsung oleh anggaran APBD Kabupaten Parimo dengan total anggaran sebesar Rp.744.448.000,”

Dikatakan, air minum dan sanitasi adalah dua hal utama yang menjadi kebutuhan dasar manusia. Pemenuhannya menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan-kebijakan baik yang diterbitkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Namun, sampai pada tahun ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan hal tersebut.

“Karena tercatat Indonesia baru mampu menyediakan akses yang layak bagi 68% dari total penduduk Indonesia, sedangkan untuk kebutuhan sanitasi dasar, Indonesia baru mampu menyediakan akses sanitasi layak bagi 60% dari total penduduk Indonesia. Di Kabupaten Parimo pun demikian, masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses yang baik pada sarana air minum yang berkelanjutan dan sanitasi yang sehat,” jelasnya. 

 

Editor: Syamsu Rizal