Tuesday, 21 November, 2017 - 07:08

25 Mahasiswa Unisa Bersiap Uji Kompetensi Dokter

Rektor Unisa Ramdan Rampadio (paling kanan), Dekan FK Unisa Mukramin Amran (tengah) dan Pembantu Rektor I Unisa Muhammad Yasin. (Foto : Syamsu Rizal/ Metrosulawesi)

Jalin Kerja Sama dengan Negara Lain

Palu, Metrosulawesi.com - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Alkhairaat (Unisa) akan kembali mengikutkan 25 mahasiswanya Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).  Sebelumnya, pekan lalu sebanyak 13  mahasiswa FK Unisa dinyatakan lulus pada ujian itu dan sudah berhak menyandang gelar dokter.

Dekan FK Unisa dr H Mukramin Amran Sp.R mengungkapkan, sebanyak 25 mahasiswanya rencananya akan diikutkan UKMPPD pada Februari 2017 mendatang. Saat ini, mereka dalam tahap penyelesaian magang atau koas di rumah sakit.

“Insya Allah, pada angkatan kedua nanti mudah-mudahan 25 mahasiswa kami itu ikut semua UKMPPD. Mungkin akan kami ikutkan bulan Februari nanti, karena bulan November tidak sempat lagi diikutkan,” kata Amran kepada wartawan, Jumat pekan lalu.

Saat ini, mahasiswa tersebut terus mempersiapkan diri sebelum mengikuti ujian yang digelar Panitia Nasional UKMPPD Dikti. Amran menjelaskan ada dua bagian UKMPPD yakni Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Computer Based Test (CBT) yang diikuti mahasiwa kedokteran se Indonesia.

Pada ujian kedua nanti, kata Amran Unisa tidak lagi mengikutkan mahasiswanya ujian CBT di Universitas Tadulako. Sebab, kampus ini selain juga telah memiliki fasilitas pendukung CBT dan sudah didivisitasi.

Sebelumnya 13 mahasiswa FK Unisa yang telah lulus UKMPPD mengikuti OSCE di Unisa, tapi ujian Computer Based Test (CBT) mengikut ke Untad.

“Tapi, ujian yang akan datang karena (CBT) kita sudah divisitasi, ujian nanti angkatan kedua dan seterusnya diadakan di Unisa sendiri, CBT maupun OSCE,” kata Amran.

Amran menambahkan, guna peningkatan komtetensi lulusan, FK Unisa selama ini telah menjalin hubungan kerja sama dengan dunia negara lain. Dia menyebutkan, telah  membangun hubungan kerja sama dengan Korea.

“Dan dua tahun lalu, mahasiswa kami juga sempat ke Thailand sebanyak empat orang untuk presentasi. Dan dr Wijoyo (salah satu dosen FK Unisa),  Oktober nanti ke India dan ke Jepang,” jelas Amran.
Sementara, Juli 2017, FK Unisa akan kedatangan tamu dari Jepang. “Semacam MoU dengan FK Universitas Alkhairaat,” kata Amran.

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) tenaga dosen juga terus digenjot. Sebab, sekarang persyaratan menjadi dosen tidak boleh hanya berpendidikan dokter, tapi harus strata dua (S2). Saat ini, kata Amran ada empat dosen FK Unisa yang sedang menempuh pendidikan S2 di Universitas Hasanuddin Makassar.

“Insya Allah 3 atau 4 semester yang akan datang mereka akan mengabdi di sini (FK Unisa),” katanya.

Unisa juga terus berupaya memberikan beasiswa kepada dosen FK yang mengikuti pendidikan S2. Begitu juga dengan yang pendidikan dokter spesialis, salah satunya dr Wijoyo Halim yang telah menyelesaikan pendidikan dokter spesialis.

Pembantu Rektor I Unisa Dr Muhammad Yasin SE MP mengatakan, Unisa menyarankan 13 dokter yang lulus UKPPD segera melanjutkan pendidikan S2 agar bisa menjadi dosen di Unisa.

“Setelah itu ambil spesialisasi. Alangkah baiknya kalau sudah menjadi dosen dan mengajar di perguruan tinggi kemudian lanjut spesialis,” harap Yasin kepada 13 mahasiswanya yang telah lulus menjadi dokter.

Diketahui, FK Unisa dirintis sejak tahun 2000-an dan mulai menerima mahasiswa angkatan pertama pada 2009 setelah mendapatkan izin dari Kementerian. Pada angkatan pertama, FK Unisa menerima 39 mahasiswa.

Dalam perjalanannya, dari 39 orang tersebut satu diantaranya meninggal dunia, sehingga hanya 38 orang yang menyelesaikan studi hingga mencapai sarjana kedokteran. Dari 38 orang tersebut, 13 di antaranya kemudian mengikuti UKMPPD dan semuanya lulus. Selanjutnya 25 orang dijadwalkan Februari 2017.

Saat ini, jumlah mahasiswa FK Unisa mencapai 406 orang. Amran berharap, pada tahun ajaran mendatang kuota mahasiswa kedokteran Unisa bisa bertambah. Sebab, Sulawesi Tengah masih sangat kekurarangan tenaga dokter terutama di pelosok.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.