Tuesday, 22 May, 2018 - 04:46

27 Santri Ikuti Seleksi PBSB

SELEKSI PBSB - Sejumlah santri di Sulteng saat ikuti seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), di Laboratorium MTs Negeri 3 Palu, Selasa, 15 Mei 2018. (Foto: Humas Kanwil Kemenag Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Seleksi  Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di Laboratorium MTs Negeri 3 Palu, Selasa, 15 Mei 2018.

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Gasim Yamani mengungkapkan program nasional tersebut diprakarsai oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, yang merupakan program afirmatif perluasan akses santri untuk melanjutkan studi sarjana dan profesi.

“PBSB dilaksanakan dengan sistem yang terintegrasi mulai dari proses kerjasama, pengelolaan, sistem seleksi khusus bagi santri, serta pemberian bantuan pembiayaan yang diperlukan bagi santri yang memenuhi syarat, sampai dengan pembinaan masa studi dan pembinaan pengabdian setelah lulus,” jelasnya.

Kata Gasim, santri yang dapat mengikuti tes ini adalah santri pondok pesantren yang sudah terdaftar, yakni Pesantren dengan kriteria, memiliki Kyai, Ustadz, atau sebutan lain yang sejenis, Santri, Pondok atau Asrama, dan Masjid atau Musholla, serta wajib menyelenggarakan pengajian kitab kuning sesuai dengan kekhasan masing-masing pesantren.

Menurut Gasim, pondok pesantren mengikuti kegiatan ini telah memiliki piagam dan terdaftar izin operasional serta telah terdaftar dalam sistem aplikasi EMIS pondok pesantren.

“Jika belum masuk dalam sistem aplikasi, dianggap belum resmi dan tidak bisa mendapat bantuan” ungkapnya.

Gasim mengungkapkan seluruh santri berhak mengajukan permohonan pendaftaran sebagai calon peserta PBSB dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia.

“Untuk Sulawesi Tengah, seleksi ini diikuti oleh 27 santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) di Sulawesi Tengah,” katanya.

Dalam seleksi yang menggunakan System Computer Basic Test (CBT) tersebut, para santri mengikuti tiga mata ujian selama sehari, yakni tes potensi akademik, tes bidang studi, serta tes bahasa asing (bahasa Arab dan Inggris) dan Kepesantrenan.

Sementara Kepala Seksi Ponpes Kanwil Kemenag Sulteng, sekaligus Ketua Panitia PBSB Kemenag Sulteng, Nurhayati menjelaskan bahwa tes yang diujikan adalah mata pelajaran sesuai jurusan yang dipilih santri.

“Untuk tes bidang studi yang diujikan, masing-masing MIPA, IPS dan Keagamaan, tergantung dari jurusan yang dipilih oleh para santri,” jelasnya.

Dia mengatakan, khusus untuk santri yang mendaftar di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, akan mengikuti seleksi wawancara tahfidz (hafalan Alquran) sebagai salah satu syarat untuk meraih beasiswa di kampus yang menjadi tujuan.

“Dari Sulteng 2 orang yang ikut seleksi wawancara, karena syarat masuk di UIN Malang salah satunya adalah tahfidz 10 juz Alquran,” katanya.

Pada seleksi PBSB tahun ini, Kemenag memberikan waktu pelaksanaan 14-18 Mei 2018. Dari rentang waktu yang diberikan tersebut, panitia lokal Kemenag Sulteng memilih pelaksanaan pada 15 Mei 2018. Adapun pengumuman kelulusan seleksi PBSB tahun ini diagendakan pada 3-4 Juni 2018.

Memaksimalkan program ini, Kementerian Agama bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yakni, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (kuota 48 santri), UIN Sunan Ampel Surabaya (kuota 40 santri), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (kuota 40 santri), UIN Walisongo Semarang (kuota 25 santri), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (kuota 20 santri), UIN Sunan Gunung Djati Bandung (kuota 25 santri), dan UIN Alauddin Makassar (kuota 10 santri).

Sedangkan untuk perguruan tinggi umum, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB) (kuota 15 santri), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya (kuota 15 santri), Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta (kuota 15 santri), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya (kuota 12 santri), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung (kuota 10 santri), Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura (kuota 10 santri), dan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta (kuota 5 santri).  


Editor: M Yusuf Bj