Thursday, 16 August, 2018 - 20:09

3 Ribu Calon Pemilih di Morut Masih Bermasalah

RAPAT - KPU Morowali Utara bekerjasama dengan Dinas Dukcapil Morut melaksanakan rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih dalam pemilihan umum tahun 2019. Rapat digelar di ruang rapat KPU Morut, Senin 6 Agustus 2018. (Foto: Alekson Waeo/ Metrosulawesi)

Morut, Metrosulawesi.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Morowali Utara (Morut) bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Morut melaksanakan rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih dalam pemilihan umum tahun 2019. Rapat digelar di ruang rapat KPU Morut, Senin 6 Agustus 2018.

Ketua KPU Morowali Utara, Yusril Ibrahim di hadapan para ketua- partai peserta pemilu 2019 mendatang mengemukakan bahwa 80.000 wajib pilih di Morut sekitar 12.000 bermasalah.

Namun, kerja keras oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Morut dapat menyelesaikan 9.000 data pemilih. Saat ini tinggal sekitar 3.000 masih sedang diupayakan.

Divisi Perencanaan dan Data KPU Sulteng, Halima, S.Ag yang hadir dalam rapat koordinasi meminta dari 3.000 lebih belum belum diberikan data oleh Dukcapil. 

“Warga kita sama sekali tidak punya data-data, semua harus teratasi sebelum tanggal 12 Agustus ini,” tegasnya.

Sementara dalam tanya jawab oleh sejumlah partai politik mempertanyakan apa kendala yang dihadapi oleh pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Silpilsehingga cukup banyak warga yang berhak memilih belum memiliki KTP elektrik. 

Oleh Dinas menanggapi bahwa Dinas Dukcapil sangat keterbatasan biaya operasional khususnya menjangkau daerah-daerah terpencil yang masih ditempuh dengan berjalan kaki.     

 

Editor: Syamsu Rizal