Monday, 18 December, 2017 - 16:56

3.100 Perusahaan Sudah Terdaftar di BPJS

Suasana di kantor BPJS Ketenagakerjaan Jalan Towua, Palu. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Palu, Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 3.100 perusahaan di Sulawesi Tengah sudah mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta jaminan sosial ini.
 
Kepala Bidang Pemasaran Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Adisafa Curmacosasi mengatakan,3.100 perusahaan tersebut mengikuti tiga program BPJS yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), dan jaminan kematian (JK).

Sedangkan untuk jumlah tenaga kerja yang terdaftar yaitu sekitar 49.845. Data tersebut untuk posisi semester pertama (Januari sampai Juli 2016).

Dia mengatakan, guna memudahkan pendaftaran peserta, BPJS Ketenagakerjaan sudah membuka tujuh kantor cabang yang tersebar di beberapa daerah di Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Banggai, Morowali, Buol, Poso, Parigi, Tojo Unauna dan Donggala.

‘’Selama ini kan terpusat di Kota Palu, makanya kami buka tujuh kantor cabang yang tersebar di beberapa daerah. Kan kasihan kalau ada peserta yang berasal dari Buol harus ke sini, makanya kita buka beberapa kantor cabang di kabupaten di Sulawesi Tengah,’’ katanya.

Adisafa mengimbau kepada seluruh perusahaan atau pemberi kerja agar segera mendaftarkan para anggotanya karena selain bersifat wajib, juga sangat membantu bagi para pekerja apabila mengalami risiko kecelakaan kerja karena mempunyai jaminan.

Menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan lanjut Adisafa, juga tidak hanya melindungi pekerja dari risiko saat terjadi musibah tetapi berpengaruh pada produktivitas perusahaan karena adanya jaminan dari BPJS memberikan rasa nyaman bagi para pekerja. (riz)


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.