Saturday, 22 September, 2018 - 09:45

4 Bulan Tak Gajian, Guru Ancam Mogok Mengajar

UNJUK RASA - Tampak puluhan guru tenaga kontrak menyalurkan aspirasinya di kantor Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Morowali, Rabu 5 September 2018. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.com - Puluhan guru tenaga kontrak lingkup Pemkab Morowali mendatangi kantor Dinas Pendidikan Daerah setempat, Rabu,5 September 2018. Mereka meminta kejelasan kepada pimpinan dinas terkait soal gaji honor yang sudah berbulan-bulan lamanya tidak dibayarkan.

Selain belum menerima honor yang sudah menjadi haknya, di hadapan Sekretaris Dinas Pendidikan, juga langsung menyatakan diri akan mogok kerja secara massal, jika honor di tahun 2018, terhitung mulai dari bulan Mei sampai dengan pada Agustus tidak dibayarkan.

Seluruh tenaga kontrak yang datang di kantor dinas itu, merupakan gabungan kelompok guru yang berasal dari sekolah PAUD, TK, SD, SMP dan SMA. Mereka setiap hari beraktivitas di sejumlah wilayah yakni dari Kecamatan Bungku Tengah,Bungku Barat,Bumiraya dan Witaponda.

Perwakilan guru kontrak, Abd Samad, mengatakan, selama mengikat kontrak kewajiban untuk melaksanakan tugas dalam membantu memberikan pelayanan pendidikan sebagai kebutuhan sekolah pada setiap tempat tugas sama sekali tidak pernah dilalaikan.

"Kami ini tenaga pendidik, kedatangan kami hari ini bukan bentuk demo. Tapi kami ingin mendengarkan penjelasan dari pimpinan atau kepala dinas," ungkap Samad saat berdiri bersama rekanya di depan kantor Dinas Pendidikan Morowali.

Di sisi lain masalah untuk mogok kerja ini sudah menjadi kesepakatan. Cara itu ditempuh sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak dinas terkait yang terlalu mengabaikan dan tidak melihat segala sesuatu yang menjadi kebutuhan dari para tenaga guru kontrak.

"Perlu pimpinan dinas ketahui bila begini caranya maka kami siap mogok bekerja.Tidak ada artinya meski sudah melaksanakan tanggung jawab, tapi kewajiban yang harus kami terima tidak diperhatikan," ucap Samad disambut dengan teriakan setuju dari rekannya-rekannya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Daerah Morowali Muh Ridwan menyatakan, sebelum benar-benar melakukan mogok kerja agar supaya bisa dipertimbangkan terlebih dahulu. Sebab,cara itu bukan jalan satu-satunya yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan masalah.

"Kami tidak mungkin melarang, karena sudah menjadi keputusan yang disetujui bersama. Namun,bila tak mengurungkan niatnya, kami meminta melapor kepada kepala sekolah," ucap Muh Ridwan.

Dinas Pendidikan juga merasa tidak ingin kejadian ini harus berlarut-berlarut dan akan berupaya menyelesaikan untuk permasalahan. Namun tidak berjanji kapan waktunya bisa memenuhi hak atau sudah menjadi kewajiban diberikan kepada tenaga guru kontrak.


Editor: Syamsu Rizal