Friday, 20 April, 2018 - 14:42

400 Orang di Palu Tertipu Developer Bodong

SOSILASIASI - Ketua YLK Sulteng, Salman Hadiyanto menyosialisasikan UU Perlindungan Konsumen di Sekretariat PKK Sulteng, Kamis, 15 Maret 2018. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Bagi anda yang sedang berniat membeli rumah melalui developer (pengembang) hendaknya waspada. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sulteng, Salman Hadiyanto mengungkapkan, di Kota Palu ada sekitar 400 orang tertipu oleh developer bodong.

“Jumlahnya kurang lebih 400 orang, mereka tertipu karena sudah membayar DP atau uang muka, tapi kemudian pengembangnya tidak tahu ada dimana,” ungkap Hadiyanto saat ditemui usai sosialisasi UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen di Sekretariat PKK Sulteng, Kamis, 15 Maret 2018.

Jumlah mereka yang tertipu diterangkan Hadiyanto dalam kurun waktu setahun terakhir dilakukan oleh empat developer. Namun ia mengatakan tidak bisa menyebutkan nama developer yang dimaksud karena terkait kode etik jabatan yang diembannya.

Dijelaskannya, modus yang dilakukan developer dengan menawarkan unit perumahan lengkap dengan sertifikat hak milik. Hal itulah yang membuat masyarakat tertarik dan bersedia memberikan DP. Padahal perumahan yang ditawarkan tersebut milik orang lain.

“Tapi waktu itu sudah kelihatan modusnya karena diberi batas waktu pembayaran DP,” jelas Hadiyanto.

Mereka yang menjadi korban penipuan, kata Hadiyanto rata-rata memberikan DP dengan jumlah yang cukup besar mencapai Rp25 juta. Pihaknya memperkirakan kerugian yang timbul akibat penipuan tersebut mencapai miliaran rupiah.

“DP-nya bervariasi, ada yang Rp15 juta, Rp20 juta dan ada yang Rp25 juta, tapi paling banyak DP Rp25 juta,” tuturnya.

Lebih parahnya lagi, diantara korban, selain yang memberikan DP, ada juga yang telah memberikan setengah dari total harga rumah dengan nominal Rp100 juta lebih. Kasus ini dikatakan Hadiyanto telah ditangani pihak Kepolisian setempat berkoordinasi dengan YLK Sulteng.

“Kasusnya sedang berproses di Polres Palu. Makanya kalau mau beli perumahan tolong diperhatikan, harus developer yang terpercaya,” tandas Ketua YLK Suteng.


Editor: Udin Salim