Saturday, 22 July, 2017 - 18:43

41.716 Orang di Sulteng Menganggur

Ilustrasi pengangguran. (Sumber foto : tempo.co)

Palu, Metrosulteng.com - Data ketenagakerjaan terakhir yang dikeluarkan oleh BPS, menunjukkan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah secara umum mengalami penurunan dibandingkan satu tahun sebelumnya.

Dikutip dari laman Bank Indonesia, jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2014 tercatat sebanyak 1,43 juta orang dengan jumlah angkatan kerja yang telah bekerja mencapai 1,38 juta orang.  Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 71,79%.

Jumlah penganggur pada Februari 2014 mencapai 41.716 orang atau bertambah sebanyak 4.760 orang jika dibanding keadaan Februari 2013 yang sebanyak 36.956 orang.

Persentase kenaikan jumlah pengangguran yang lebih besar dari persentase kenaikan jumlah pekerja menyebabkan terjadinya kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 0,27% selama periode setahun terakhir.

Sementara itu, diberlakukannya UU Minerba tahun 2009 melalui penerbitan PP No 1 tahun 2014, mayoritas perusahaan tambang di Morowali mulai 12 Januari 2014 melakukan PHK yang mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran di Sulawesi Tengah.

Penurunan jumlah penduduk yang bekerja menurut lapangan kerja utama sejalan dengan kondisi kinerja PDRB Provinsi Sulawesi Tengah secara sektoral.

Perlambatan di sektor pertanian terkonfirmasi dengan jumlah pekerja di sektor pertanian di triwulan I 2014 tercatat turun sebesar -1,08% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Demikian halnya dengan sektor pertambangan yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -44,62% (yoy) yang berimplikasi pada penurunan pekerja hingga -24,94% (yoy).

Laporan : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.