Sunday, 17 December, 2017 - 16:10

425 Mahasiswa IAIN Berangkat KKN

PEMBERANGKATAN - Wakil Rektor IAIN Palu, Ubay Harun memasangkan topi kepada mahasiswa perserta KKN pada acara pelepasan di auditorium kampus tersebut, Jalan Diponegoro, Jumat (13/2). (Foto : Mawan Kurniawan)

Palu, Metrosulawesi.com - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu akan memberangkatkan ratusan mahasiswanya ke lokasi kuliah kerja nyata (KKN) angkatan 2.

Ketua Panitia KKN, Mohammad Nur Asmawi mengatakan, mahasiswa yang diberangkatkan berjumlah 425 orang. Mereka ditempatkan di 68 posko, yakni Kabupaten Tolitoli berjumlah 264 orang (44 posko).

Sedangkan di Kabupaten Donggala 114 orang (19 posko). Selain itu, ada juga yang KKN di kampus sendiri 47 orang (5 posko).

“Mahasiswa juga dibimbing oleh 17 orang dosen dan 6 koordinator, dan mereka diberangkatkan dua tahap. Tahap pertama di Kabupaten Tolitoli pada Minggu (15/2) pukul 20.00 Wita. Selanjutnya di Kabupaten Donggala pada Senin (16/2) pukul 07.00 Wita,” kata Mohammad Nur Asmawi kepada Metrosulawesi, Jumat (13/2).

Dia berharap, mahasiswa yang berangkat KKN menjadi dai (pendakwah) di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, persepsi masyarakat tentang IAIN Palu merupakan lembaga yang menyiapkan dai.

“Mahasiswa turun sebagai mubalik itu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, bahkan ada beberapa meminta dua posko KKN didesanya, juga mereka katakana tidak repot lagi mencari orang untuk membina kegiatan keagamaan,” Kata Mohammad Nur Asmawi.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencana dan Keuangan, Ubay Harun dalam sambutannya saat melepas pemberangkatan mahasiswa mengatakan, materi sudah diberikan pada saat pembekalan betul-betul dipahami dengan baik karena itu salah satu bekal bagi mahasiswa ketika di lokasi KKN.

“Mahasiswa KKN harus ada ketersediaan dana dan waktu. Untuk ketersediaan dana, apabila mahasiswa ingin melaksanakan program kerja, harus dibicarakan dengan masyarakat. Apakah katersediaan bisa melaksanakan program tersebut atau tidak, apabila dana tidak ada program kerja sulit berjalan. Ketersediaan waktu, di sini mahasiswa hanya diberikan waktu selama dua bulan,” katanya.

Jaga Nama Baik Kampus

Dia berharap mahasiswa betul-betul melakukan program dengan semaksimal mungkin. Jangan sampai jadi kesan yang tidak baik didapatkan oleh civitas akademik.

“Misalnya dengan keterbatasan waktu, kalian melakukan pembangunan tugu, tetapi tidak selesai, pasti civitas akademik tidak baik di mata masyarakat nantinya,” jelas Ubay.

Dia meminta mahasiswa memenuhi harapan masyarakat desa, kecamatan dan bupati. Berbagai materi agama yang didapatkan di kampus harus bisa diterapkan kepada masyarakat.

Penyamatan atribut KKN seperti topi dan jaket oleh Ubay Harun kepada dua mahasiswa menandakan mahasiswa KKN IAIN Palu dilepas secara resmi di auditorium kampus tersebut, Jalan Pangeran Diponegoro.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.