Friday, 17 August, 2018 - 15:37

50 Motor Dicuri, Polisi Baru Amankan 24

TERSANGKA CURANMOR - Tujuh tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang berhasil diamankan dirilis Polres Palu, Senin 12 Maret. Mereka kerap beraksi di Wilayah Palu Timur. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Tujuh tersangka kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) di 50 lokasi di kota Palu, Senin 12 Maret dirilis oleh Polres Kota Palu. Mereka melaksanakan aksinya dengan menggunakan kunci “T”.

Seperti diberitakan, Metrosulawesi Sabtu 10 Maret, ketujuh tersangka curanmor sudah dibekuk sejak Jumat 9 Maret 2018 lalu. Mereka adalah: Defri (23), Inal Renaldi Chaerul alias Inal (21), Moh Riandi alias Rian (25), Sandri (31), berperan sebagai pemetik (pelaku pencurian), dan I Wayan Asiwan (24), Anak Agung (21) dan Fahril alias Ari (22), berperan sebagai penadah motor curian tersebut. Mereka dibekuk di tempat berbeda.

Kapolres Palu AKBP Mujianto Sik, kepada wartawan, Senin 12 Maret mengatakan, para pelaku tersebut ditangkap berdasarkan penyidikan yang dilakukan anggota di lapangan, terkait dengan banyaknya kasus Curanmor yang terjadi di Kota Palu.

“Dari pengakuan awal para tersangka ini, mereka telah melakukan aksi kejahatanya sebanyak 50 kali di wilayah Kota Palu. Untuk barang bukti yang berhasil disita berupa motor hasil curian sebagian sudah berada di Polres Palu, dan sebagian lagi masih dalam pengembangan untuk dituntaskan,” ungkapnya.

AKBP Mujianto Sik mengungkapkan modus dari para tersangka pencurian kendaraan bermotor itu dilakukan dengan cara menggunakan kunci letter “T” dan mendorong kendaraan yang masih terdapat kunci motor serta kendaraan yang tidak terpantau oleh kamera CCTV.

Untuk Jenis kendaraan yang menjadi target para tersangka sebagian besar adalah kendaraan jenis metic, merek Yamaha Mio M3, karena menurut para tersangka kendaraan jenis itu peminat dan penjualannya masih tergolong tinggi, dan juga gampang untuk dibobol.

“Saat ini ada 24 Unit motor yang sudah kami amankan, dan bagi warga yang merasa pernah kehilangan sepeda motornya, dapat mengecek langsung ke Mapolres Palu,” ungkapnya.

Mujianto juga menegaskan bahwa para tersangka bakal dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara, dan untuk pelaku penadah dikenakan Pasal 480 KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

“ Dua tersangka terpaksa kami beri tindakan tegas dengan tindakan tembak melumpuhkan, karena saat dilakukan penangkapan tersangka mecoba melawan petugas untuk melarikan diri,” tegasnya.

Kapolres palu AKBP Mujianto Sik mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat apabila mendengar maupun melihat pelaku tindak pidana yang terjadi disekitar wilayah tempat tinggalnya, segera menghubungi atau melaporkan ke kantor Kepolisian terdekat untuk menindak lanjuti para pelaku kriminal yang sudah meresahkan warga maupun masyarakat Kota Palu.

“Kepada masyarakat untuk lebih waspada, baik saat berpergian maupun berada di tempat-tempat keramaian, lebih memperhatikan barang bawaan maupun barang berharga. Parkirlah kendaraan dengan baik, aman dan benar serta mudah dijangkau, karena pelaku kejahatan tidak mengenal waktu untuk melakukan aksinya,” imbaunya.

Informasi yang berhasil diperoleh, kelompok tersebut melakukan aksinyan di wilayah Palu Timur dan Palu Utara, dan sebagaian besar Tempat Kejadian Perkara (TKP), berada di wilayah Tondo dan sekitarnya.


Editor: Udin Salim