Thursday, 16 August, 2018 - 20:07

52 Kasus Anak di Sigi, Terbanyak Pelecehan Seksual

HARI ANAK – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 di lingkup Pemkab Sigi yang dipusatkan di GPID Jono Oge, Kamis 9 Agustus 2018. (Foto: Humas Pemkab Sigi)

Sigi, Metrosulawesi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi menyelenggarakan puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018, yang dipusatkan di halaman GPID Jono Oge, Kamis, 9 Agustus 2018.

Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapatta, mengatakan HAN 2018 diperingati setiap 23 Juli dilaksanakan serentak sebagai upaya menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, dan tumbuh mereka. Serta berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat martabat kemanusiaan, dan mendapat perlindungan dari kekerasan.

“Makanya kami meminta jadikan hari anak ini sepenuhnya menjadi milik anak Indonesia, sehingga setiap anak berkesempatan untuk mengepresikan diri dalam berbagai kegiatan positif,” ungkapnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Sigi ini menambahkan, hari anak ini pun merupakan momentum penting untuk mengunggah keramahan, dan kepedulian agar anak  menjadi pewaris bangsa yang berkualitas.

Bupati Sigi mengatakan, sejak 2017 sampai dengan Agustus 2018, jumlah kekerasan anak yang terjadi di Sigi sebanyak 52 kasus. Terbanyak adalah pelecehan seksual dimana pelakunya orang terdekat. Sehingga semua ini tentu berdampak pada pertumbuhan anak, dan kehidupan mereka saat dewasa nanti.

“Makanya hal ini perlu dicegah bersama dengan cara menciptakan lingkungan yang kondusif untuk memberikan perlindungan optimal terhadap anak itu sendiri,” terangnya.

Menurutnya, memberikan pemahaman yang komprehensif dalam pemenuhan hak, dan perlindungan anak. Sehingga menghasilkan generasi penerus bangsa yang genius. Sebab anak genius tidak terbatas pada bidang akademik saja, melainkan bidang lainnya seperti bidang olahraga, seni, dan budaya bisa bersaing untuk mendapat prestasi.

“Hal ini sesuai perundang-undangan 23 nomor 2002 pasal 2, yaitu penyelenggaraan perlindungan anak harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya.     

 

Editor: Syamsu Rizal