Saturday, 21 October, 2017 - 21:55

7 Pilkada di Suteng Tunggu Putusan MK

ILUSTRASI - Pasangan calon terpilih di pilkada Touna dan Kota Palu. (Grafis : Metrosulawesi/Agung Rifai)

STORY HIGHLIGHTS
  • KPU menunda menetapkan calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati terpilih karena adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi.
  • Tujuh pasangan calon peraih suara terbanyak belum ditetapkan oleh KPU: (1) Longki Djanggola-Sudarto (Pilgub Sulteng) (2) Aptripel Tumimomor dan Moh Asrar Abd Samad (Morowali Utara) (3) Mohamad Irwan dan Paulina (Sigi) (4) Wenny Bukamo dan Hj Tuty Hamid (Banggai Laut) (5) Herwin Yatim-Mustar Labolo (Banggai) (6) Darmin A Sigilipu-Samsuri (Poso) (7) Moh Saleh Bantilan-Abdul Rahman (Tolitoli).

Terkait Adanya Gugatan ke MK

Palu, Metrosulawesi.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) batal menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah serta enam calon bupati dan wakil bupati yang meraih suara terbanyak di pilkada.

Penetapan Longki Djanggola-Sudarto sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih yang sedianya dilaksanakan Rabu (23/12/2015) batal dilaksanakan karena adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang diajukan rivalnya, Rusdi Mastura-Ihwan Datu Adam.

Begitu juga bupati dan wakil bupati di enam kabupaten yakni Sigi, Poso, Morowali Utara, Banggai, Banggai Laut, dan Tolitoli yang digugat ke MK.

Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2015, KPU harus menunda penetapan calon terpilih jika ada permohonan perselisihan hasil pemilihan. Penetapan bupati dan wakil bupati akan dilaksanakan pada 12-13 Maret 2016. Sedangkan gubernur dan wakil gubernur terpilih 13-14 Maret 2016.

“Hanya Palu dan Tojo Unauna yang telah menetapkan pasangan calon terpilih di pilkada. Yang lainnya menunggu sampai ada putusan Mahkamah Konstitusi,” kata Sahran Raden kepada Metrosulawesi di ruang kerjanya, Selasa (22/12/2015).

Sebelumnya, KPU Sulteng merekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulteng, Sabtu pekan lalu. Pasangan nomor urut 2 Longki Djanggola-Sudarto memperolehan suara lebih banyak dibandingkan Rusdi Mastura-Ihwan Datu Adam.

Berdasarkan laman Mahkamah Konstitusi, Rusdi Mastura-Ihwan Datu Adam mengajukan gugatan ke MK pada Selasa, 22 Desember 2015 pukul 13,34 WIB.

Sedangkan untuk pilkada Kabupaten Morowali Utara diajukan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Idham Ibrahim-Heymans Larope.

Sedangkan untuk pilkada Sigi, gugatan diajukan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati usungan PKB dan Hanura yakni Husen Habibu-Enos Pasaua.

Adapun di Kabupaten Banggai Laut, gugatan diajukan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Sofyan Kaepa-Trin Lulumba.

Tiga daerah lainnya Banggai, Poso, dan Tolitoli. Pilkada Banggai digugat sekaligus oleh dua pasangan yang kalah jumlah perolehan suara yakni pasangan Makmun Amir-Batia Sisilia Hadjar dan pasangan Sofhian Mile-Sukri Djalumang.

Sementara itu pilkada Poso digugat oleh pasangan calon yang diusung Partai Demokrat Frany Djaruu-Abd Gani T Israil.

Sedangkan untuk Tolitoli digugat oleh peraih suara terbanyak kedua yakni pasangan calon Amran Hi Yahya dan Zainal M Daud. (hen/zal)

Hidayat dan Mohamad Lahay Melangkah Mulus

Sementara itu, KPU Palu menetapkan Hidayat dan Sigit Purnomo Said sebagai calon calon wali kota dan wakil wali kota Palu terpilih dengan perolehan suara 54.895.

Penetapan pasangan birokrat-seniman itu dilaksanakan dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palu di Hotel Grand Duta Palu.

“Menetapkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota Palu 2015 adalah Saudara Drs Hidayat M Si dan Saudara Sigit Purnomo,” kata Ketua KPU Palu, Marwan P Angku disambut tepuk tangan para undangan.

Pantauan Metrosulawesi, dari empat pasangan calon di Pilkada Palu , hanya calon wakil wali kota nomor urut 3 yakni Tamrin Samauna yang tampak hadir.

Marwan mengatakan dengan selesainya rapat pleno penetapan wali kota dan wakil wali kota Palu 2015, maka berakhir pula tahapan penyelenggaraan pilkada.
 
“Jadi tahapan terkait penyelenggaraan pilkada telah selesai. Sekarang kami hanya melaksanakan tahapan internal yakni pelaporan ke KPU Pusat dan evaluasi kinerja,” katanya.

Dia menambahkan bahwa terkait pelantikan wali kota dan wakil wali kota Palu 2015, pihaknya menyerahkan mekanismenya pada DPRD Kota Palu.

“Tahapan pelantikan wali kota dan wakil wali kota tidak lagi berada pada KPU Palu, melainkan wewenang DPRD Kota Palu. Makanya tadi berita acara penetapan juga kami serahkan kepada DPRD Kota Palu,” katanya.

Touna

Dari Tojo Unauna dilaporkan, Komisi Pemilihan Umum setempat juga menggelar rapat pleno terbuka menetapkan Mohamad Lahay dan Admin Lasimpala SIP sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih dalam pilkada Touna, di Hotel Grand Pink, Ampana, Selasa (22/12/2015).

“Menetapkan pasangan calon nomor urut dua Mohamad Lahay dan Admin Lasimpala sebagai bupati terpilih dengan perolehan suara sah 34.067,” kata Ketua KPU Touna Amrin Karima.
Anggota KPU Touna Usri Abdul Rauf menambahkan, hasil pleno penetapan bupati dan wakil bupati terpilih tersebut akan diserahkan ke DPRD Touna.

“Hasil pleno penetapan bupati dan wakil bupati terpilih, semua dokumen yang terdiri surat keputusan, berita acara kita serahkan ke DPRD Touna dan dari DPRD melalui  akan menindaklanjuti ke gubernur. Setelah diproses di sana selanjutnya menuju ke Mendagri,”  kata Usri Abdul Rauf. (bj/ris)


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.