Tuesday, 26 September, 2017 - 06:09

72 Penderita DBD di RSUD Anutapura Didominasi Anak-anak

Palu, Metrosulawesi.com -  Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura, dr. Atika mengatakan hingga saat ini, jumlah penderita DBD yang ditangani pihaknya sebanyak  72 orang. Menurutnya, angka penderita DBD tersebut didominasi anak-anak.

“Penderita penyakit Demam Berdarah yang dirawat  dari awal januari sampai akhir januari  jumlah penderita mencapai 66 orang, dan sampai hari ini penderita terakumulasi sejumlah 72 orang diantaranya didominasi oleh anak-anak sekitar 40 persen. Dan 50 persen pasien lainnya kebanyakan berasal dari luar Kota Palu diantaranya Kabupaten Sigi dan Donggala,” kata Atika, Jumat (19/2/2016).

“Namun hingga hari ini belum ada penderita DBD yang meninggal. Setiap pasien yang sudah dinyatakan sembuh pihak rumah sakit juga tidak lupa memberikan edukasi secara spesifik terhadap pasien dan keluarga pasien,” katanya.

Atika mengatakan salah satu penyebab tingginya penderita demam berdarah karena lingkungan yang tidak bersih.

“Keluarga dan masyarakat harus menjaga lingkungan pekarangan yang ada di sekitar rumah, karena salah satu faktor penyebab yang sangat vital timbulnya DBD adalah faktor lingkungan,” katanya

Selain itu, kata Atika, pihaknya juga akan melakukan fogging untuk mencegah peredaran DBD di lingkungan rumah sakit.

“Kami juga memproyeksikan akan melakukan fogging untuk mencegah nyamuk-nyamuk yang berkeliaran di sekitar rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rekam Medik Rumah Sakit Undata Palu, Dr Purwaningsih, Jum’at (19/2/2016) mengatakan penderita DBD yang ditangani pihaknya tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

“Dari awal januari sampai 8 februari sejumlah 11 orang dan korban yang meninggal akibat penyakit lingkungan ini berjumlah 1 orang, sedangkan sampai Tanggal 19 februari pihak Rumah Sakit belum mengetahui berapa jumlah pasien penderita DBD yang masuk karena pihaknya belum melakukan pendataan sampai hari ini,” katanya.

Dr Purwaningsih mengatakan bahwa pihaknya segera melaporkan pendataan DBD tersebut kepada Dinas Kesehatan.

Hasil pendataan pihak rumah sakit akan dikirim ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan evaluasi. Hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui daerah mana saja yang rawan akan penyakit tersebut sehingga pencegahan bisa dilakukan.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.