Saturday, 18 November, 2017 - 01:33

Abdullah Gagas Forum Majelis Ta’lim Sampai di Desa

Abdullah Latopada saat menyampaikan imbauan di Kabupaten Banggai, belum lama ini. (Foto : Humas Kemenag Sulteng)

Wujudkan Islam Cinta Pancasila dan Tanah Air

Banggai, Metrosulawesi.com - Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, H Abdullah Latopada mengimbau kepada Kemenag kabupaten kota, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh dan penghulu untuk membentuk forum majelis ta’lim pada tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, dan tingkat desa/ kelurahan.

“Hal tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama, pada masyarakat serta meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa sebagai wujud cinta Tanah Air,” kata Abdullah saat memberikan pembinaan kepada kepala KUA, penyuluh dan penghulu di lingkungan Kemenag Kabupaten  Banggai dan Banggai Kepulauan, 4-5 Juni 2017.
 
Kata dia, forum Majelis Ta'lim ini diberi nama "Hubbul Wathan", yang artinya cinta Tanah Air. Hal ini, kata dia tentunya selaras dengan pengamalan pancasila dan juga pengamalan nilai keislaman.

Menurutnya, ini dapat menjadi program prioritas dalam tiga bulan ke depan dan ditargetkan akan rampung pada 13 kabupaten kota di Sulawesi Tengah.

“Harapannya program ini sebagai ‘pilot project’ Kemenag dalam hal menangkal paham radikalisme serta pemantapan terhadap nilai-nilai pancasila sebagaimana tercermin dalam nawacita Presiden dalam program revolusi mental,” ungkapnya.

Di masa mendatang Kakanwil berharap program ini juga dapat benar-benar bisa memberikan sumbangsih pada bangsa dan negara, dan menempatkan Kemenag sebagai pelopor dalam mengaktualisasikan program pamantapan nilai-nilai pancasila dan menangkal paham radikalisme serta paham keagamaan menyimpang lainnya.

Selain itu Kata Abdullah secara teknis, program ini merupakan pembinaan rutin yang membahas kajian keislaman, dan juga penanaman nilai Pancasila.

“Karena kita Ketahui bahwa para ulama kita terlibat dalam penyusunan rumusan Pancasila, dalam pembentukan dasar negara kita, sehingga tidak bertentangan dengan pengamalan nilai keislaman dan Pancasila, dan ini sebagai wujud cinta kita terhadap Islam, Pancasila dan Tanah Air,” tegasnya.

Forum ini terdiri dari empat kelompok yakni, Forum Majelis Ta’lim untuk ibu-ibu, Forum Majelis Ta’lim untuk bapak-bapak, Forum Majelis Ta’lim untuk remaja putra dan Forum Majelis Ta’lim untuk remaja putri.

Adapun Forum Majelis Ta’lim Hubbul Wathan tingkat kabupaten di bawah binaan Kantor Kemenag kabupaten kota dalam hal ini Seksi Bimas Islam, sedangkan Forum Majelis Ta’lim Hubbul Wathan tingkat kecamatan dan tingkat desa/kelurahan di bawah binaan kepala KUA Kecamatan.

Abdullah mengatakan pembinaan ini melibatkan penyuluh agama Islam baik PNS maupun non- PNS dan guru agama Islam pada wilayah Kemanag Sulteng, maka dia menargetkan pembentukan forum tersebut pada akhir Agustus 2017.

“Pembentukan Majelis Ta'lim ‘Hubbul Wathan’ juga terinspirasi dari puasa Ramadan yang kita jalankan saat ini, kita semua tahu, bahwa puasa Ramadan ini membentuk karakter Muslim yang sejati. Puasa tidak hanya dilihat dari sisi ibadahnya atau karena diberikannya pahala yang berlipat ganda,” ujarnya.

Namun lanjut Abdullah, puasa akan memunculkan karakter, karena orang yang berpuasa Ramadan tidak hanya menahan nafsu, lapar haus dan dahaga, namun juga bagaimana pengelolaan emosi dalam diri kita apakah itu emosi yang baik atau buruk.
 
“Ramadan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terpacu berbuat kebaikan. Karena dari emosi ataupun keinginan-keinginan yang mengarah pada kebaikan dan keburukan,” katanya.

Abdullah berharap kebiasaan Ramadan dapat menjadi muara bagi kita dalam mengisi sebelas bulan berikutnya melalui forum majelis ta'lim "Hubbul Wathan" yang didalamnya dapat menjadi wadah antar Majelis Ta’lim untuk bersilaturahmi dan meningkatkan ilmu keislaman (tarbiyah Islamiyah).

“Adanya materi keislaman (tarbiyah Islamiyah) dalam forum majelis ta'lim tersebut dapat menjadi wadah interaksi bagi masyarakat, khususnya pada kanwil kemenag Sulteng dan Kemenag kabupaten kota dapat mengambil peran langsung di masyarakat untuk memberikan pembinaan, pencerahan dan pemahaman Islam yang lurus sesuai Al-Quran dan sunnah Islam rahmatan lil'alamiin, dan juga pemahaman kebangsaan sesuai amanat Pancasila,” ungkapnya.
 

Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.