Sunday, 25 February, 2018 - 01:54

Abdullah Kemma Pimpin BKKBN Sulteng

LANTIK KEPALA BKKBN - Gubernur H Longki Djanggola melantik Abdullah Kemma sebagai Kepala BKKBN Perwakilan Sulteng di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Senin, 4 Desember 2017. (Foto : Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Gubernur: Jaga Integritas dan Loyalitas

Palu, Metrosulawesi.com - Abdullah Kemma dipercaya memimpin Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulteng menggantikan pejabat lama Agus Putro Proklamasi. Abdullah sebagai Kepala BKKBN Sulteng yang baru dilantik oleh Gubernur H Longki Djanggola di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Senin, 4 Desember 2017.

Kepada Abdullah, Gubernur Longki berpesan agar menjaga integritas, loyalitas dan komitmennya pada pelaksanaan tugas-tugas sebagai Kepala BKKBN. Itu mengingat akan pentingnya program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga sebagai proses awal yang menentukan kualitas SDM Sulteng.

"Dengan hanya mempunyai keluarga kecil akan memberikan kesempatan kepada keluarga untuk memperhatikan dalam pemberian pengasuhan dan menumbuh kembangkan anak, sehingga kedepan menjadi sumber daya manusia yang handal," ujar gubernur.

Gubernur mengungkapkan pertumbuhan penduduk Sulteng yang tiap tahunnya sebesar 1,94 persen, berada diatas angka rata-rata nasional yakni 1,49 persen, telah melahirkan suatu tantangan baru. Tantangan tersebut diantaranya nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulteng yang masih di bawah nasional. Indikator itu dilihat dari rendahnya usia harapan hidup dan partisipasi sekolah ditiap jenjang.

"Karena itu, saya meminta kepada OPD yang terkait IPM, teristimewa dalam bidang kesehatan dan pendidikan agar terus menggenjot indikator-indikatornya dengan melibatkan semua sektor," tutur gubernur.

Sementara itu, TFR atau tingkat kesuburan reproduksi yang cukup tinggi yaitu 3,2 menunjukkan tiap keluarga berpotensi mempunyai anak lebih dari dua, hal ini dipesankan gubernur perlu untuk dikendalikan.

"Kita harapkan di 2019 turun menjadi 2,8 dengan kesertaan pasangan usia subur menggunakan kontrasepsi 59 persen. Dengan menggunakan kontrasepsi dapat mencegah kematian ibu melahirkan yang saat ini masih cukup besar yaitu 379, mencegah kematian anak dan balita, dan mencegah terjadi kurang gizi. Hal ini berdampak juga pada anggaran pembangunan,” ucap Longki.

Diakhir penyampaiannya, gubernur berharap Abdullah bisa menjalin kerjasama dengan Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Menyahuti penyampaian Gubernur Longki, Kepala BKKBN Abdullah mengatakan siap menjalin koordinasi lintas OPD ditingkat provinsi dan kabupaten/kota se Sulteng. Abdullah juga berjanji akan memberikan perhatian khusus dalam menekan angka pertumbuhan penduduk dan TFR.

“Persoalan kependudukan memang harus menjadi perhatian bersama dan harus sama-sama bersinergi,” ucap Abdullah.

Pelantikan ini turut dihadiri Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Pusat Prof M Rizal Damanik, Bupati Tojo Unauna Moh Lahay, Bupati Banggai Herwin Yatim, Bupati Poso Darmin A Sigilipu, Bupati Donggala Kasman Lassa dan Sekdaprov Sulteng Moh Hidayat Lamakarate.

Abdullah sendiri sebelum menjabat Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, ia menjabat sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo. Abdullah akan meneruskan berbagai program BKKBN Sulteng yang ditinggalkan Agus P Proklamasi yang kini menjabat Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Riau.

Salah satu program BKKBN di Sulteng yang tengah digencarkan yaitu mengupayakan Kampung KB disemua kecamatan. Tahun ini secara bertahap telah diupayakan Kampung KB disetiap kecamatan.

Adapun kalau untuk tingkat kelurahan, Kampung KB telah 100 persen mencapai target secara nasional. Kampung KB disetiap kelurahan dan kabupaten dijadikan percontohan mewujudkan keluarga mandiri, sejahtera dan berdayaguna.


Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.