Monday, 23 April, 2018 - 13:44

Abu Tours Masih Diberi Kesempatan

PERTEMUAN - Puluhan calon Jamaah umrah Abu Tours saat menghadiri pertemuan bersama Kemenag Sulteng di Aula Kanwil Kemenag Sulteng, Selasa, 20 Februari 2018. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Jika Tidak Ditanggapi, Jamaah Tempuh Jalur Hukum

Palu, Metrosulawesi.com - Puluhan calon jamaah umrah Abu Tours Cabang Palu kembali mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa, 20 Februari 2018. Tujuan kedatangan sejumlah jamaah tersebut untuk mendengarkan kembali penjelasan Kemenag Sulteng  terkait mediasi yang dilakukan dengan pihak Abu Tours pusat di Makassar.

Jamaah ditemui oleh Kepala Bidang Penyelengara Haji dan Umrah, Lutfi Yunus, serta Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah Amir Nado dan Kepala Seksi Sistem Informasi Haji, Arifin, di Aula Kanwil Kemenag Sulteng.

Lutfi mengungkapkan, Jumat pekan lalu, Kemenag Sulteng telah melayangkan surat ke pihak Abu Tours untuk datang ke Kanwil Kemenag Sulteng.

“Ini artinya untuk melakukan pendekatan secara kelembangan dengan travel tersebut, sehingga diharapkan Kemenag bisa mendapatkan informasi yang akurat dari travel tersebut, namun hingga saat ini juga belum datang,” katanya.

“Kemudian Senin kemarin, Kasi Siskohat Pak Arifin telah berangkat ke Abu Tours Makassar untuk melakukan koordinasi, hasilnya juga belum jelas. Dan hari ini (kemarin-red), saya berkoordinasi dengan Kasi Pembinaan, Pak Amir, jika seandainya pihak Abu Tours ada di Palu, segera dihubungi. Kami sudah dalam posisi menyelesaikan masalah ini, namun hingga saat ini belum ada kejelasan,” ujarnya.
 
Menurut Lutfi, ada dua inti atau opsi yang perlu disepakati terkait permasalahan ini. 

“Pertama, kapan berangkat dan segera diberangkatkan. Kemudian, jika tidak berangkat, maka pulangkan uang para jamaah, jika sama sekali tidak, maka opsi terakhir adalah menempuh jalur hukum,” jelasnya.

“Tuntutan para jamaah pasti akan disampaikan ke tingkat Direktorat Haji dan Umrah Kemenag RI. Saya juga kemarin langsung bertemu dengan Kasubdit Haji Khusus, menanyakan tentang treval Abu Torus, ternyata memang secara nasional, kurang lebih 50 ribu jamaah umrah yang belum diberangkatn oleh travel ini,” kata Lutfi.

Sementara, Kepala Seksi Informasi Haji Arifin mengungkapkan pertemuan kali ini dihadiri 39 calon jamaah umrah Abu Tours. Pertemuan ini menyepakati dua opsi, pertama, jika ada permintaan penambahan dana oleh pihak Abu Tours ke tanah suci, harus dilakukan secara profesional.

“Jika memang diberikan standar Rp21 juta, maka para jamaah siap menambah. Misalnya, ada jamaah yang telah menyetor Rp15 juta, tinggal manambah Rp6 juta. Jika ada yang menyetor Rp14 juta, tinggal menambah Rp7 juta. Selain itu, jamaah juga meminta tambahan dana tersebut alokasinya harus jelas dan transparan. Jika penambahan dana itu disetujui, para jamaah tidak akan membayarnya langsung, namun harus ada kepastian pemberangkatan,” jelas Arifin.

Sementara untuk opsi kedua, kata Arifin, para jamaah ingin semua dana yang mereka setor awal dikembalikan 100 persen.

“Jika tidak dikembalikan para jamaah menempuh jalur hukum,” jelasnya.

“Kesepakatan dua opsi ini kami akan buatkan draftnya secepatnya, mungkin untuk ditanda tangan para jamaah. Tembusan draft tersebut langsung ke DPRD Provinsi Sulteng hingga RI, Kapolda, Kemenag Sulteng dan pusat,” ujarnya.

Informasi dari salah satu teman di Makassar, kata Arifin, Kantor Abu Tours Makassar telah dipalangi Police Line.  

Salah satu jamaah umrah Abu Tours Amiruddin mengatakan dirinya telah membayar Rp14 juta, kemudian disuruh tambah Rp15 juta.

“Ini sama saja saya mendaftar ulang, menurut saya ini tidak logis,” katanya.

“Batas waktu kepada Abu Tours terhadap dua opsi yang kami tanda tangan adalah 14 hari untuk menjawab. Jika ini tidak dilakukan, maka kami akan gugat perdata mereka. Apa boleh buat, karena uang kami harus kembali. Ini persoalan ibadah, kami mungkin bisa menggunakan travel yang lain,” imbuhnya.

Amiruddin mengaku sebelumnya telah melakukan persiapan, bahkan telah disuntik meningitis. Bahkan ada jamaah lainnya sudah menggelar doa bersama di rumahnya, minta izin cuti, dan ada juga jamaah telah menitip kopernya di Abu Tours.

“Sehingga jika digugat perdata, lebih banyak digugat materilnya. Persoalan ini bukan hanya kerugian uang, namun sejumlah jamaah sudah malu,” ungkapnya.         


Editor: M Yusuf Bj