Saturday, 23 June, 2018 - 01:29

Aco Malino Tolak Verifikasi Ulang

Anwar Saing. (Foto: Ist)

Parimo, Metrosulawesi.com – Pasangan Anwar Saing-Asrudin (ANNAS) melalui timnya, mengaskan penolakan terhadap verifikasi faktual kembali yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten  Parigi Moutong (Parimo).
 
“Hari ini kita tanpa melalui undangan datang untuk melakuakukan koordinasi dengan komisioner KPU Parimo, menurut penjelasan meraka besok akan dilakukan verifikasi. Nah itu kita menolak, sebab kita merasa dirugikan, karena yang enam ribu kemarin yang sudah dinyatakan memenuhi syarat pada verifikasi perbaikan dihapuskan,” ujar ketua tim pasangan ANNAS, Fadhil Aljufri kepada sejumlah wartawan, Selasa 27 Februari 2018.

Terkait hal tersebut pihaknya akan konsulatsikan kembali ke Panwaslu Parimo tentang informasi didapatkan dari KPU Parimo.

Menurutnya, berdasarkan putusan Panwaslu, yang akan di vertual kembali yang tidak memenuhi syarat saja. dan itu bertentangan dengan KPU Parimo.

Sementara itu, Komisioner KPU Parimo Dirwan Korompot menjelaskan, pada saat rekapitulasi dilakukan ditingkat kabupaten pasangan itu memperoleh enam ribu dukungan memenuhi syarat, ditambahk dengan  yang sebelumnya sekitar 13 ribu, sehingga jumlah keseluruhannya sekitar 19 ribu dukungan yang mereka dapatkan.

“Sedangkan berdasarkan putusan Panwaslu kabupaten, membatalkan rekapitulasi, dengan sendirinya vertual perbaikan kemarin itu dibatalkan karena akan dilakuakn vertual kembali,” terangnya.

Hal sama juga dikemukan Ketua Panwaslu Parimo, Muhlis Aswat, bahwa sangat jelas putusan Panwaslu, memerintahkan KPU Parimo untuk melakukan vertual hasil perbaikan kembali.

“Jadi Undang-undang (UU) itu hanya membolehkan dua kali verifikasi tidak untuk tiga kali, karenanya hasil vertual massa perbaikan itu dibatalkan demi hukum dan diganti dengan vertual kembali berdasarkan hasil putusan Panwaslu,” ujarnya.

Yang menjadi persoalan kata Muhlis, pihak ANNAS meminta vertual tersebut dilakukan bukan 12 ribu, namun enam ribu saja.

Diketahui pada vertual tahap pertama yang terpenuhi hanya sekitar 13 ribu dukungan, sedangkan di vertual massa perbaikan hanya sekitar enam ribu.

“Sedangkan mereka meminta dihasil putusan Panwas yang di vertual hanya sisanya dari jumlah keseluruhannya, berarti sekitar enam ribuan saja. jadi Pemahaman kami sesuai dengan keputusan yang ada, karena ada masalah atau mekanisme yang salah pada proses vertual hasil massa perbaikan kemarin, sehingga kami berfikir untuk yang dilakukan perbaikan kembali adalah hasil verifikasi perbaikannya. Berarti kita mulai dari angka 13 ribu sekian yang telah dimasukan tahap awal,” pungkasnya.


Editor: Elwin