Thursday, 23 November, 2017 - 06:17

Adu Nasib 27.173 Peserta SBMPTN Untad

CEK RUANGAN - Peserta SBMPTN Untad saat mengecek ruangan ujian di SMA Madani Palu, Senin, 15 Mei 2017. (Foto : Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Rektor: Hati-Hati Menjawab

Palu, Metrosulawesi.com - Nasib puluhan ribu pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Tadulako (Untad) ditentukan hari ini, Selasa, 16 Mei 2017.

“Mereka harus mempersiapkan diri, karena peminat masuk Untad untuk semua pilihan mencapai 27.173 orang,” ujar Rektor Untad Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS kepada Metrosulawesi, Senin, 15 Mei 2017.

Prof Basir berpesan kepada para calon mahasiswa peserta SBMPTN agar hati-hati dalam menjawab setiap pertanyaan. Peserta juga diminta untuk memastikan nama dan nomor peserta yang tertulis di Lembar jawaban ujian (LJU) telah terisi benar.

“Cek nama baik-baik di kartu ujian. Terus ada peringatan nama yang harus diisi di LJU,” tutur Rektor.

Mantan Dekan Fakultas Pertanian itu juga mengungkapkan ada kemungkinan terbesar 10 Program studi (Prodi) pada berbagai fakultas yang ada di Untad akan ditutup penerimaannya pasca jalur SBMPTN.

Prodi-prodi tersebut kata Rektor hampir setiap tahun tidak dibuka penerimaannya melalui jalur lokal atau Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN).

“Tidak semua Prodi dibuka saat seleksi lokal. Ada 10 Prodi yang tidak akan dibuka di ujian mandiri,” tuturnya.

Rektor menerangkan, 10 Prodi yang dimaksudkannya yaitu Prodi kedokteran, bahasa Inggris, komunikasi, akuntansi, manajemen, administrasi negara, teknik sipil, farmasi, PGSD dan PJKR.

“Dari data tahun-tahun sebelumnya, ke 10 Prodi tersebut selalu dapat terpenuhi saat SBMPTN. Namun bisa saja bertambah atau berkurang, nanti akan kelihatan dalam SBMPTN ini,” tandas Rektor.

Sebelumnya, Wakil Rektor (Warek) Untad Bidang Akademik Prof Dr Sutarman Yodo SH MH mengungkapkan, dari 27.000 lebih pendaftar SBMPTN akan tersingkir sekitar 23.000 orang. Itu karena kuota jalur SBMPTN untad yang disediakan hanya 4.000 kursi.

“Pendaftar seluruhnya secara nasional yang memilih Untad mencapai 27.000 lebih, sementara kuota SBMPTN maksimal hanya 3.000-4.000 saja,” ungkap Prof Sutarman, Jumat, 12 Mei 2017.

Dengan ketatnya persaingan itu, Warek berharap peserta SBMPTN bisa mempersiapkan diri secara maksimal. Dia berharap pelaksanaan ujian SBMPTN bisa diikuti semua peserta yang telah mendaftarkan diri.

“Persaingan sangat ketat, hanya mereka yang memiliki kompetensilah yang akan lulus,” tuturnya.

Kata Prof Sutarman, ujian SBMPTN Untad kali ini dijadwalkan akan dipantau langsung Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang datang bersamaan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Palu, Sulawesi Tengah.

“Dijadwakan pak Menteri memantau sekaligus monitoring dan evaluasi SBMPTN di Untad,” katanya.

Prof Sutarman menerangkan, dari 27.000 pendaftar, yang akan mengikuti ujian di Untad hanya 9.856 peserta terdiri dari Saintek 2.330 peserta, Soshum 3.108 peserta dan campuran 4.418 peserta. Adapun selebihnya mengikuti seleksi di daerah asal masing-masing.

Selain di Untad, lokasi pelaksanaan ujian ada di delapan sekolah yang ada di Kota Palu yaitu SMAN 5, SMKN 2, SMKN 5, SMANOR Tadulako Sulteng, SMP Labschool Untad, SMPN 19, SMA dan SMP Madani.

“Ujiannya satu hari saja. Seperti biasa akan dimulai dari pukul 08.00 WITA sampai selesai. Kita berharap semua peserta bisa datang tepat waktu agar tidak menganggu peserta lain,” tandasnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.