Tuesday, 26 September, 2017 - 17:06

Agustus, Pengangguran Terbuka di Sulteng 56 Ribu Orang

Ilustrasi Ist

Palu, Metrosulawesi.com - Keadaan ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah pada Agustus 2015 menunjukkan adanya penurunan dibandingkan Agustus 2014 yang digambarkan dengan adanya peningkatan jumlah penganggur, dan tingkat pengangguran terbuka (TPT), meskipun secara agregat  terjadi penambahan penduduk yang bekerja.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah pada Kamis (5/11/2015), angkatan kerja Agustus 2015 mencapai 1.384.235 orang, bertambah sebesar 41.620 orang dibanding Agustus 2014 sebanyak 1.342.615 orang, atau berkurang sebesar 42.292 orang dibanding Februari 2015 sebanyak 1.426.527 orang.

Jumlah  penganggur  pada  Agustus  2015  mencapai  56.817  orang  atau  bertambah  sebesar  7.428 orang dibanding keadaan Agustus 2014 sebanyak 49.389 orang, dan dibanding keadaan Februari 2015 sebanyak 42.608 orang maka jumlah penganggur bertambah   sebesar 14.209 orang.
 
“Persentase peningkatan jumlah pengangguran menyebabkan terjadinya peningkatan TPT sebesar 0,43 persen poin selama periode setahun terakhir, sedangkan jika dibandingkan dengan kondisi Februari 2015,  maka TPT- nya mengalami peningkatan sebesar 1,11  persen poin,” ungkap Kepala BPS Sulteng, Yohanes D Priyono, Kamis (5/11/2015).

Jika  dibandingkan  dengan  keadaan  Agustus  2014, katanya, persentase  jumlah  penduduk  yang  bekerja  pada Agustus 2015 mengalami penurunan pada empat lapangan usaha yaitu Industri sebesar 0,86 persen poin, Konstruksi sebesar 0.02 persen poin, Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi sebesar 0,37 persen poin dan Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan sebesar 2,14 persen poin.

Sedangkan empat lapangan usaha lainnya mengalami peningkatan. Peningkatan tertinggi terjadi pada Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan sebesar 2,35 persen poin, diikuti Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,57 persen poin, Perdagangan, Rumah Makan dan Jasa Akomodasi yang tumbuh sebesar  0,46 persen poin serta Lembaga Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan sebesar 0,01 persen poin, sementara lapangan pekerjaan yang tidak mengalami perubahan adalah Listrik, Gas dan Air Minum.

Lapangan usaha penampung penduduk yang bekerja terbesar pada Agustus 2015 adalah pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan sebesar 50,03 persen, diikuti jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan sebesar 17,59 persen serta perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi sebesar 16,40 persen.

“Secara sederhana, pendekatan kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama, pendekatan pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan, sisanya termasuk pekerja informal. Berdasarkan identifikasi ini, maka pada Agustus 2015 pekerja formal di Sulawesi Tengah sebesar 33,37 persen dan sisanya  66,63 persen bekerja pada kegiatan informal,” ungkap Yohanes.

Dia menambahkan, Dari 1.327.418 orang yang bekerja pada Agustus 2015, status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 28,73 persen, diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap/tidak dibayar sebesar 21,69 persen, berusaha sendiri dan pekerja keluarga/tak dibayar masing-masing sebesar 19,09 persen dan 18,16 persen, sedangkan yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar sebesar 4,64 persen.

Dalam periode satu tahun terakhir, terjadi peningkatan persentase pekerja terbesar  dengan  status  berusaha  dibantu  buruh  tidak  tetap/tidak  dibayar  sebesar  2,04  persen poin, diikuti berusaha dibantu buruh tetap/dibayar sebesar 0,34 persen poin, dan pekerja bebas sebesar 0,31 persen poin. Penurunan persentase pekerja terbesar terjadi pada status pekerjaan berusaha sendiri sebesar 1,47%.

Dari total penduduk yang bekerja pada Agustus 2015 sebesar 1.327.418 orang terdapat 492.184 orang yang bekerja dibawah jam kerja normal (35 jam seminggu) atau disebut dengan pekerja tak penuh serta sisanya sebesar 835.234 orang yang telah bekerja sesuai jam kerja normal (pekerja penuh). Pekerja tak penuh tersebut terbagi menjadi setengah penganggur sebesar 149.355 orang dan pekerja paruh waktu sebesar 342.829 orang.

“Jika dilihat dari jenis kelaminnya, para pekerja laki-laki lebih banyak menjadi pekerja tak penuh sebesar 266.026 orang dibandingkan perempuan sebesar 226.158 orang, sedangkan untuk pekerja penuh sangat didominasi oleh laki-laki sebesar 596.616 orang dibanding perempuan yang hanya sebesar 238.618 orang,” katanya.

Untuk setengah penganggur masih didominasi oleh laki-laki sedangkan pekerja perempuan menjadi pekerja paruh waktu lebih banyak bila dibandingkan denga pekerja laki-laki.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.