Saturday, 18 November, 2017 - 01:42

AH Kembali Pimpin Demokrat Sulteng

Ketua Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) Pramono Edhie Wibowo (tengah) didampingi Ketua Partai Demokrat Sulteng, Anwar Hafid (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan, Senin 18 Januari. (Foto : Metrosulawesi/Eddy)

Palu, Metrosulawesi.com - Bupati Morowali Anwar Hafid (AH) kembali memimpin DPD Demokrat Sulawesi Tengah untuk lima tahun mendatang setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah III di Palu, Senin 18 Januari.

Pada periode sebelumnya Anwar Hafid juga memimpin partai tersebut meski sempat diganti oleh DPP menjelang pemilihan kepala daerah serentak, namun jabatannya dikembalikan lagi beberapa bulan kemudian.

Anwar terpilih secara aklamasi dalam musyawarah yang dipimpin Ketua Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi DPP Demokrat Pramono Edhie Wibowo.

Rapat tersebut berlangsung tertutup untuk kader partai maupun wartawan yang hendak meliput Musda yang berlangsung di Hotel Sutan Raja Palu itu.

Dalam musyawarah tersebut peserta yang diperbolehkan masuk dalam ruangan hanya para ketua dan sekretaris cabang dan panitia pengarah.

Menurut Anwar Hafid, hasil musyawarah tersebut menunjukkan bahwa kader Partai Demokrat di Sulawesi Tengah masih solid.

"Ini membuktikan soliditas kader partai masih kuat," katanya.

Musda kali ini terbilang musda paling cepat sebab hanya beberapa jam setelah pembukaan, Anwar Hafid langsung terpilih secara aklamasi.

Pembukaan Musda berlangsung pukul 09.30 WITA dan empat jam kemudian yakni pukul 13.00 WITA, Anwar Hafid telah ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Anwar mengatakan dengan tidak adanya rivalitas calon dalam musyawarah tersebut bukan berarti dirinya tidak berhasil menciptakan kader.

"Kita banyak kader tetapi tidak ada yang mau mencalonkan diri. Teman-teman masih mempercayakan saya memimpin Demokrat," katanya.

Dia mengatakan lima tahun setelah memimpin Demokrat untuk periode kedua, dirinya yakin sudah banyak kader yang siap bertarung dalam perebutan Ketua DPD.

Anwar mengingatkan bahwa tantangan partai Demokrat jauh lebih besar dibanding sekarang. Musda ini dijadikan momen untuk melakukan perbaikan. sehingga ada perubahan kedepan. 

“Mari kita jadikan Musda ini menjadi momen yang hangat dan strategis, untuk benar-benar melahirkan pengurus DPD yang akan membawa partai demokrat lebih baik lagi,” katanya.

Musda Demokrat tersebut dihadiri Pramono Edhie Wibowo, yang merupakan Ketua Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK)

Anwar mengatakan Musyawarah Daerah III partai tersebut akan memperkuat konsolidasi internal menghadapi pilkada serentak tahap II pada 2017.

"Kami yakin kader-kader Demokrat bisa terpilih lagi menjadi kepala daerah pada pilkada serentak 2017 nanti," kata Anwar.

Daerah yang akan melaksanakan pilkada serentak tahap II/2017 di Sulawesi Tengah adalah Parigi Moutong, Banggai Kepulauan, dan Kabupaten Buol.

Pada pilkada serentak 2015 yang dilaksanakan di delapan kabupaten/kota, Demokrat bersama koalisinya menang di empat kabupaten yakni Tolitoli, Banggai, Tojo Unauna dan Banggai Laut.

Selain itu Demokrat yang juga mendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Longki/Sudarto. Pasangan tersebut meraih suara terbanyak namun masih diperkarakan di Mahkamah Konstitusi.

Di Kabupaten Banggai, Demokrat mengusung mantan Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Sulawesi Tengah Mustar Labolo. Mustar maju sebagai wakil bupati mendampingi Herwin Yatim diusung oleh Demokrat dan PDIP.

Di Kabupaten Tolitoli, koalisi Demokrat, PPP dan PKS berhasil memenangkan pasangan Mohammad Saleh Bantilan/Abdul Rahman HB. Saleh Bantilan saat ini masih menjabat Ketua DPC Demokrat Tolitoli.

Demokrat dan koalisinya juga unggul di Kabupaten Tojo Unauna yang mengusung Muhammad Lahay/Admin Lasimpala.

Selanjutnya Demokrat bersama koalisinya Nasdem, PDIP dan PKS juga unggul di Kabupaten Banggai Laut yang mengusung Wenny Bukamo/Tuty Hamid.

Anwar mengatakan setelah kepengurusan DPD Demokrat Sulawesi Tengah terbentuk, dirinya bersama jajaran pengurus segera membenahi seluruh cabang karena hingga saat ini 13 cabang masih dijabat oleh pelaksana ketua.

"Target kita (pembenahan organisasi) Maret selesai," katanya. (ant/hen)


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.