Saturday, 18 November, 2017 - 07:12

Ahmad Ali Digelari Kabosena

JARING ASPIRASI - Anggota Komisi III DPR-RI, Ahmad M Ali berbincang-bincang dengan warga Parigi di salah satu pura di Parigi, Sabtu 4 Maret. Wakil rakyat dari Dapil Sulteng itu melakukan reses untuk menjaring aspirasi masyarakat. (Foto : Ist)

Parigi, Metrosulawesi.com - Anggota Komisi III DPR-RI, Ahmad M Ali disambut adat Pitunggota sebagai “Kabosena” masyarakat Parigi saat melakukan reses di Kabupaten Parigi Moutong, Minggu 5 Maret 2017. Kabosena dalam bahasa Indonesia adalah seorang pembesar yang bisa membatalkan keputusan raja.

Hadin, tokoh adat Parigi mengungkapkan, pemberian gelar adat Kabosena pada Ahmad M Ali berdasarkan permintaan masyarakat.

"Masyarakat Parigi mengidolakan Ahmad M Ali sebagai pemimpin. Pemberian gelar Kabosena adalah ungkapan kekaguman masyarakat Parigi," ujar Hadin.

Ahmad Ali mengucapkan terima kasih pada kepercayaan yang telah diberikan masyarakat Parigi selama ini. Dia meminta masyarakat Parigi mengevaluasi dirinya berkaitan dengan kinerja dan janji-janji politiknya yang belum terpenuhi.

"Saya berharap masyarakat Parigi menyampaikan evaluasinya terhadap kinerja saya. Pertemuan ini, mari kita manfaatkan untuk menyampaikan aspirasi," ujarnya.

Dalam sambutannya, Ahmad Ali menaruh keprihatinan serius terhadap peredaran Narkotika di Parigi Moutong.

"Narkoba itu merusak generasi. Masa depan apa yang diharapkan kalau anak-anak kita, pewaris harapan sudah diracuni Narkotika," terangnya.

Sementara itu, reses di Desa Suli Indah, Kecamatan Balinggi, Ahmad Ali disambut meriah. Masyarakat mementaskan tarian joget genjek yang berlangsung si Bali Banjar Mekarsari, Sabtu 4 Maret 2017.

"Saya sudah tiga kali berkunjung ke tempat ini. Kesempatan ini tolong ingatkan saya janji politik yang belum ditepai," ujar Ahmad Ali dihadapan ratusan warga Kecamatan Balinggi dan Sausu.

Ahmad Ali mengatakan, seorang politisi harus melaksanakan reses sebagai tradisi berpolitik yang sehat.

"Kalau anggota DPR tidak pernah lihat dan dengar suara rakyat, lalu untuk apa ia dipilih," terangnya.

Menurut Ahmad M Ali, Parigi Moutong adalah miniatur Indonesia, di daerah ini semua elemen budaya bangsa bisa ditemukan.

"Selain sektor maritim dan pertanian, Parigi memilki ragam akulturasi budaya yang kalau dikelola dengan baik akan menjadi salah satu kekuataan kebudayaan," jelasnya.

Namun ia menyesalkan, sampai dengan saat ini, apresiasi pemerintah pada pengembangan budaya masih sangat minim. Padahal kata dia, ikatan kultural ini adalah nilai pembeda yang dapat dikelola menjadi sesuatu yang membanggakan.

"Kalau ragam budaya, Bali, Jawa, Kaili, Lauje dll, Gorontalo dll, dikelola dalam perspektif penguatan budaya, dapat menjadi khazanah wisata yang besar," ujarnya. (*)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.