Sunday, 25 June, 2017 - 02:55

Ahmad Ali Dukung Pembentukan Donggala Utara

TATAP MUKA – Anggota DPR RI Ahmad Ali bertatap muka dengan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Donggala, Minggu (26/4). (Foto : Metrosulawesi/Ryan Chrissaputra)

Donggala, Metrosulawesi.com - Dalam pertemuan di rumah jabatan Bupati Donggala, Minggu (26/4), anggota DPR RI Ahmad Ali membantah adanya isu yang menyebutkan bahwa dirinya tidak mendukung pemekaran Kabupaten Donggala Utara.

“Siapa bilang saya tidak mendukung. Saya pasti dukung. Masalahnya tahapannya belum sampai ke situ,” tegasnya.

Dia menjelaskan, program legislasi nasional (prolegnas) yang sudah ditetapkan DPR RI pada paripurna tiga minggu lalu, masalah pemekaran Donggala Utara belum pernah dibicarakan di DPR.

"Dalam prolegnas, tidak ada pemekaran daerah otonomi baru sampai dengan 2019.  Artinya satu undang-undang daerah otonomi baru akan lahir kalau masuk dalam prolegnas tahun 2016 sampai 2019. Itu sama sekali belum ada rencana daerah otonomi baru,” jelas Ahmad Ali.

Menurutnya, pemerintah saat ini lebih fokus untuk menata pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dilakukan secara serentak. Ini membutuhkan energi dan perhatian besar pemerintah.

“Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan saya tidak mendukung pemekaran Donggala Utara. Saya pasti dukung. Namun saat ini, DOB (daerah otonomi baru) belum masuk dalam prolegnas," bebernya.

Lebih jauh Ahmad Ali menjelaskan, setelah 2018 baru kran pemekaran DOB itu dibuka kembali. Kalau ada DOB dimekarkan saat ini, maka akan ada ketimpangan pada penataan pemilihan kepala daerah yang sedang ditata oleh Menteri Dalam Negeri.

"Saya tahu hal ini karena saya adalah salah seorang anggota badan legislasi DPR RI," jelasnya. (jos/edi)


Editor : Alfred Lande

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.