Wednesday, 26 April, 2017 - 16:23

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Ahmad Ali: Hargai Pluralitas di Sigi

Ahmad M Ali saat orasi pada kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Sigi, Nurzain Djaelangkara dan Ayub W Darawia di Desa Lawua Kecamatan Kulawi Selatan, Sigi, Minggu (8/11/2015). (Foto : Metrosulawesi/Eddy)

KAMPANYE DI SIGI
  • Ahmad M Ali menyebut Nurzain Djaelangkara dan Ayub W Darawia merupakan kandidat terbaik.
  • Dianggap pemimpin yang berani, mengedepankan kepentingan masyarakat, tidak berpikir nyaman untuk diri dan keluarganya.
  • Tidak akan mengingkari janji dalam pemenuhan pembangunan di segala sektor.
  • Tidak pilih kasih dalam pemenuhan pembangunan baik fisik maupun non fisik.
  • Tidak menyakiti masyarakat dalam proses penerimaan CPNS.
  • Mampu mengelola potensi sumber daya alam dengan baik.

“Saya mau pemimpin yang berani, pemimpin yang mengedepankan kepentingan masyarakat, pemimpin yang tidak berpikir nyaman untuk diri dan keluarganya, dan saya pastikan itu ada pada saudara Nurzain,”
Ahmad Ali, Ketua DPW Nasdem Sulteng

Sebut Nurzain-Ayub Kandidat Terbaik

Sigi, Metrosulawesi.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Tengah, Ahmad M Ali mengatakan, calon bupati dan wakil bupati Sigi Nurzain Djaelangkara dan Ayub W Darawia merupakan kandidat terbaik.

Hal itu dikemukakan Ahmad M Ali saat orasi pada kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Sigi nomor urut dua itu di Desa Lawua Kecamatan Kulawi Selatan, Sigi, Minggu (8/11/2015).

Di hadapan ratusan warga, Ahmad Ali menegaskan akan memimpin masyarakat Sigi melakukan perlawanan jika Nurzain Djaelangkara dan Ayub Willem Darawia terpilih tetapi dalam perjalanannya tidak amanah.

“Saya mau pemimpin yang berani, pemimpin yang mengedepankan kepentingan masyarakat, pemimpin yang tidak berpikir nyaman untuk diri dan keluarganya, dan saya pastikan itu ada pada saudara Nurzain dan Ayub. Saya juga menjamin ketika saudara Nurzain melanggar itu, maka saya akan memimpin saudara-saudara sekalian untuk melakukan perlawanan terhadap pemimpin yang ada pada hari ini,” kata Ahmad Ali disambut teriakan setuju hadirin.

Ahmad Ali  menyadari betul, saat ini Kabupaten Sigi masih menjadi kabupaten termiskin. Karenanya, ia meminta kepada Nurzain dan Ayub jika menjadi bupati dan wakil bupati untuk mempertaruhkan jabatannya demi melindungi masyarakat yang ada di Kabupaten Sigi, dengan membebaskan masyarakat Sigi dari kemiskinan, tidak lagi terbelenggu aturan-aturan dan selalu hadir  dalam memberikan perlindungan di tengah-tengah masyarakat.

“Kata hati saya mengatakan ini orang baik, dan ketika dua manusia ini akan memimpin Sigi, mereka akan amanah, mereka akan berjuang, karena saudara-saudara diusung  tidak dibebani oleh kewajiban apa-apa, hanya satu yang saya minta, jadilah kebanggaan dan panutan bagi masyarakat Sigi,” pinta Ahmad Ali.

Menurutnya, pasangan yang mengedepankan Nosarara tersebut loyal kepada masyarakat dalam menjalankan perintah negara yang menjadi kewajibannya.

“Pasangan ini merupakan pasangan terbaik yang berkompetisi pada pemilihan cabup dan cawabup Sigi,” kata Ahmad Ali.

Olehnya kata dia, pasangan tersebut tidak akan mengingkari janjinya kepada masyarakat, dalam proses pemenuhan pembangunan di segala sektor.

Dia mengingatkan kepada pasangan tersebut, dalam pemenuhan pembangunan baik fisik maupun non fisik, tidak boleh pilih kasih.

Selain itu, dia juga mengingatkan pasangan tersebut untuk tidak menyakiti masyarakat dalam proses penerimaan CPNS di daerah itu.

Dia mengatakan, selama ini penerimaan CPNS cenderung diutamakan mereka yang bukan berasal dari setempat atau bukan putra dan putri daerah.

“Jika hal ini dilakukan, maka akan semakin melebar kesenjangan di masyarakat. Olehnya, pasangan ini jangan mengutamakan mereka yang bukan putra-putri daerah,” sebutnya.

Demikian halnya dengan sumber daya manusia, agar pendidikan dan pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian yang serius.

“Soal infrastruktur biar saya yang pikirkan, yang harus dipikirkan oleh pemerintah kabupaten kedepan bagaimana meningkatkan sumber daya manusia, anak-anak harus sekolah hingga perguruan tinggi, itu yang penting,” ujar Ahmad Ali anggota DPR RI yang membidangi bidang perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat, dan pembangunan perdesaan dan kawasan tertinggal.

Tidak hanya kepada pasangan, Anggota Komisi V DPR RI itu berpesan kepada masyarakat untuk tidak terlena dengan janji-janji politik yang diutarakan oleh kandidat lain.

Dia berharap dapat menggunakan akal dan hati dalam memberikan pilihan terkait penentuan cabup dan cawabup di daerah setempat.

Hargai Pluralitas

Ahmad HM Ali juga meminta kepada seluruh pasangan calon bupati dan wakil bupati Sigi menghargai pluralitas.“Pasangan calon bupati dan wakil bupati serta seluruh masyarakat harus hargai pluralitas,” kata Ahmad Ali.

Ia menyebut, Kabupaten Sigi yang dihuni berbagai agama, suku dan ras, harus menjadi modal besar dalam mewujudkan pembangunan ramah dalam keberagaman.

Olehnya kata dia, semua elemen di Kabupaten Sigi harus menjaga dan mengedepankan moral yang baik, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Ahmad Ali menegaskan, Sigi sebagai salah satu daerah otonom di Sulteng yang turut serta melaksanakan Pilkada, tidak harus mengedepankan propaganda yang berujung pada runtuhnya solidaritas dan silaturahmi.

“Semua elemen harus mengedepankan etika dan moral, dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis ditengah pluralitas,” Ungkap Ahmad Ali.

Dia mengatakan, keterlibatan dan kesadaran semua pihak dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis, secara tidak langsung telah terlibat dalam proses pembangunan kemanusian yang bertujuan untuk menjaga Kabupaten Sigi dari segala ancaman pemecah belah.

Dengan demikian, semua kandidat cabup dan cawabup serta tim sukses, tidak harus memprovokasi satu sama lain serta memprovokasi masyarakat yang berujung pada intimidasi dan kekerasan.

“Kita tidak ingin daerah ini kacau hanya karena kepentingan sesaat,” ujarnya.

Lanjut dia, kalah dan menang merupakan bagian dari ketentuan yang telah diatur oleh maha kuasa.

Sumber Daya Alam

Ahmad H Ali mengemukakan, negara membiarkan masyarakat Kabupaten Sigi hidup dalam cengkraman kemiskinan.

Ia menyebut, masyarakat Kabupaten Sigi tidak dapat memanfaatkan luas keseluruhan wilayahnya, dalam pemanfaatan lahan untuk perkebunan, pertanian dan pembangunan.

Dari luas wilayah yang dimiliki Kabupaten Sigi hanya sekitar 18 persen yang dapat dikelola untuk kepentingan pembangunan, dari sektor perkebunan dan pertanian.

Dikatakannya, Kabupaten Sigi sebagai salah satu kabupaten yang kaya sumber daya alam, tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah dan masyarakat di daerah itu.

“Olehnya negara dipandang lebih menyayangi burung alo atau endemik dan segala macam konservasi di hutan lindung, ketimbang masyarakat,” ungkap Matu, sapaan akrab Ahmad M Ali.

Dia menyebut, tidak dapatnya masyarakat dan pemerintah mengelola kawasan potensial pertanian dan kehutanan di daerah itu, dikarenakan sekitar 82 persen wilayah yang sebahagian besar merupakan daerah potensial pertanian dan kehutanan, dikuasai oleh Balai Taman Nasional Lore Lindu dengan alasan hutan lindung.

Terbukti, masyarakat Kabupaten Sigi hingga saat ini tidak dapat mengelola dengan baik potensi  pertanian dan kehutanan. 

“Ini yang kemudian menjadi salah satu dari sekian banyak faktor penghambat pembangunan dan kemajuan di daerah Sigi,” ucapnya. (ras/edy)

Negara Lebih Sayang Burung Alo

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sulawesi Tengah, Ahmad H Ali mengemukakan, negara membiarkan masyarakat Kabupaten Sigi hidup dalam cengkraman kemiskinan.
Ia menyebut, masyarakat Kabupaten Sigi tidak dapat memanfaatkan luas keseluruhan wilayahnya, dalam pemanfaatan lahan untuk perkebunan, pertanian dan pembangunan.

Dari luas wilayah yang dimiliki Kabupaten Sigi hanya sekitar 18 persen yang dapat dikelola untuk kepentingan pembangunan, dari sektor perkebunan dan pertanian.

Dikatakannya, Kabupaten Sigi sebagai salah satu kabupaten yang kaya sumber daya alam, tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah dan masyarakat di daerah itu.

“Olehnya negara dipandang lebih menyayangi burung alo atau endemik dan segala macam konservasi di hutan lindung, ketimbang masyarakat,” ungkap Matu, sapaan akrab Ahmad M Ali.

Dirinya menyebut, tidak dapatnya masyarakat dan pemerintah mengelola kawasan potensial pertanian dan kehutanan di daerah itu, dikarenakan sekitar 82 persen wilayah yang sebahagian besar merupakan daerah potensial pertanian dan kehutanan, dikuasai oleh Balai Taman Nasional Lore Lindu dengan alasan hutan lindung.

Terbukti, masyarakat Kabupaten Sigi hingga saat ini tidak dapat mengelola dengan baik potensi  pertanian dan kehutanan. 

“Ini yang kemudian menjadi salah satu dari sekian banyak faktor penghambat pembangunan dan kemajuan di daerah Sigi,” ucapnya.

Dia berharap kondisi tersebut harus diubah, agar masyarakat Kabupaten Sigi dapat memanfaatkan potensial pertanian dan kehutanan di daerah itu dengan bebas dan leluasa.

Lebih lanjut dia berharap kepada cabup dan cawabup untuk mengubah kondisi tersebut, demi kesuksesan dan pencapaian pembangunan daerah itu. (edy)


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.